Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
18 Juli
2013
MBC day 9
diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah peserta
yang hadir 195 orang. Kuorum sebanyak 215 orang tidak bisa terpenuhi lagi
meskipun kami sudah berusaha keras dalam mencapai kuorum tersebut baik dengan
baik berkumpul sekitar 2 jam sebelum MBC dimulai maupun menjemput teman kami
yang sedang sakit tetapi masih bisa mengikuti MBC. Setelah itu kami melakukan
cek absensi dan spesifikasi harian.
Selanjutnya
kami dimobilisasi menuju GKU Timur lantai 4 ruang 9231. Disana kami sudah
ditunggu oleh para seniro senorita dan presiden Kabinet KM-ITB periode
2013/2014, Nyoman Anjani. Materi yang diberikan disana adalah share pengalaman
presiden Kabinet KM-ITB baik tentang materi kepemimpinan dan KM-ITB namun juga
pengalaman pribadi dari Nyoman Anjani sendiri.
Mahasiswa
memiliki arti siswa yang memiliki tanggung jawab lebih tidak hanya dalam bidang
akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter demi membangun Negara dan
mencerdaskan bangsa. ITB memiliki enam alat untuk membantu setiap mahasiswa
mengembangkan potensi dan karakter, yaitu HMJ, Unit, Tim Beasiswa, MWA-WM,
Kongres, dan Kabinet. Salah satu hal yang membedakan ITB dengan universitas
lain adalah KM-ITB yang berasas kekeluargaan dan melingkupi semua mahasiswa ITB sehingga semua mahasiswa
memiliki peran serta dalam keberlangsungan KM-ITB sendiri. Visi KM-ITB periode
2013/2014 adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia . Kami
juga diberi materi kepemimpinan. Sama seperti yang dikatakan seniro Reinhart,
Nyoman Anjani juga berkata sebelum kita bisa memimpin orang, kita harus bisa
memimpin diri sendiri. Kunci dalam memimpin adalah know, show, lead. Know, kita
tahu jalan yang akan dituju. Show, kita menunjukkan jalan yang akan dituju.
Lead, kita memimpin jalan yang akan dituju. Dan juga dari salah seorang alumni
yang mengobrol dengan Nyoman Anjani, ada tiga cara sukses anak ITB yaitu
kecerdasan, keberanian, dan relasi. Sedangkan dari pengalaman pribadi Nyoman
Anjani, dia bercerita tentang hobi-hobinya dan perjalanan untuk menjadi
presiden Kabinet KM-ITB. Esensi yang saya dapat adalah dari seorang public
figure ITB kita bisa belajar dan terinspirasi untuk terus melangkah maju serta
keluar dari zona nyaman dan juga kita sebagai mahasiswa ITB anggota KM-ITB,
kita harus mengerti struktur KM-ITB sendiri sehingga kita tahu kita bisa
berperan dimana.
Setelah
kami diistirahatkan kami dikumpulkan kembali pukul 13.10 di selasar basement
Labtek VIII. Disana diadakan forum namun tanpa moderator dan juniro dan bonita
berbicara hanya jika diizinkan oleh seniro senorita. Disana dilakukan tes kenal
satu angkatan yang hadir. Kami yang semula sudah berkata siap namun saat
disuruh angkat tangan untuk tes kenal hanya segelintir orang yang mengangkat
tangan. Dari enam orang yang dites hanya tiga orang yang bisa kenal semua yang
hadir. Hasilnya cukup mengecewakan para seniro dan senorita sehingga kami
dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengenal lebih dari 150
orang teman angkatan dan kelompok yang mengenal kurang dari 150 orang teman
angkatan. Kami yang mengenal lebih dari 150 teman angkatan dimobilisasi menuju
kantin bengkok bertemu dengan seniro Tatas. Seniro Tatas menyampaikan bahwa
kami harus memiliki inisiatif lebih untuk mengajak teman agar saling kenal
terutama bagi yang pendiam karena para seniro dan senorita berharap lebih
sehingga meski setelah MBC selesai keluarga Eltoro tetap satu serta erat dan
juga seniro senorita menginginkan angkatan kami lebih baik dari angkatan
sebelumnya sehingga semakin kedepan HME akan semakin baik. Dan teman kami yang
tinggal di selasar basement Labtek VIII melakukan brainstorming yang dipimpin
oleh seniro dan para tadis untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyatukan angkatan
sehingga saling kenal. Kami yang sudah mengenal lebih banyak merasa bersalah
karena kami masih mementingkan diri sendiri dan belum peduli, seniro berharap
kami harus memiliki inisiatif yang lebih dalam merangkul agkatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar