Kamis, 18 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 9

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
18 Juli 2013

MBC day 9 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah peserta yang hadir 195 orang. Kuorum sebanyak 215 orang tidak bisa terpenuhi lagi meskipun kami sudah berusaha keras dalam mencapai kuorum tersebut baik dengan baik berkumpul sekitar 2 jam sebelum MBC dimulai maupun menjemput teman kami yang sedang sakit tetapi masih bisa mengikuti MBC. Setelah itu kami melakukan cek absensi dan spesifikasi harian.

Selanjutnya kami dimobilisasi menuju GKU Timur lantai 4 ruang 9231. Disana kami sudah ditunggu oleh para seniro senorita dan presiden Kabinet KM-ITB periode 2013/2014, Nyoman Anjani. Materi yang diberikan disana adalah share pengalaman presiden Kabinet KM-ITB baik tentang materi kepemimpinan dan KM-ITB namun juga pengalaman pribadi dari Nyoman Anjani sendiri.

Mahasiswa memiliki arti siswa yang memiliki tanggung jawab lebih tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter demi membangun Negara dan mencerdaskan bangsa. ITB memiliki enam alat untuk membantu setiap mahasiswa mengembangkan potensi dan karakter, yaitu HMJ, Unit, Tim Beasiswa, MWA-WM, Kongres, dan Kabinet. Salah satu hal yang membedakan ITB dengan universitas lain adalah KM-ITB yang berasas kekeluargaan dan melingkupi semua mahasiswa ITB sehingga semua mahasiswa memiliki peran serta dalam keberlangsungan KM-ITB sendiri. Visi KM-ITB periode 2013/2014 adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia. Kami juga diberi materi kepemimpinan. Sama seperti yang dikatakan seniro Reinhart, Nyoman Anjani juga berkata sebelum kita bisa memimpin orang, kita harus bisa memimpin diri sendiri. Kunci dalam memimpin adalah know, show, lead. Know, kita tahu jalan yang akan dituju. Show, kita menunjukkan jalan yang akan dituju. Lead, kita memimpin jalan yang akan dituju. Dan juga dari salah seorang alumni yang mengobrol dengan Nyoman Anjani, ada tiga cara sukses anak ITB yaitu kecerdasan, keberanian, dan relasi. Sedangkan dari pengalaman pribadi Nyoman Anjani, dia bercerita tentang hobi-hobinya dan perjalanan untuk menjadi presiden Kabinet KM-ITB. Esensi yang saya dapat adalah dari seorang public figure ITB kita bisa belajar dan terinspirasi untuk terus melangkah maju serta keluar dari zona nyaman dan juga kita sebagai mahasiswa ITB anggota KM-ITB, kita harus mengerti struktur KM-ITB sendiri sehingga kita tahu kita bisa berperan dimana.


Setelah kami diistirahatkan kami dikumpulkan kembali pukul 13.10 di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan forum namun tanpa moderator dan juniro dan bonita berbicara hanya jika diizinkan oleh seniro senorita. Disana dilakukan tes kenal satu angkatan yang hadir. Kami yang semula sudah berkata siap namun saat disuruh angkat tangan untuk tes kenal hanya segelintir orang yang mengangkat tangan. Dari enam orang yang dites hanya tiga orang yang bisa kenal semua yang hadir. Hasilnya cukup mengecewakan para seniro dan senorita sehingga kami dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengenal lebih dari 150 orang teman angkatan dan kelompok yang mengenal kurang dari 150 orang teman angkatan. Kami yang mengenal lebih dari 150 teman angkatan dimobilisasi menuju kantin bengkok bertemu dengan seniro Tatas. Seniro Tatas menyampaikan bahwa kami harus memiliki inisiatif lebih untuk mengajak teman agar saling kenal terutama bagi yang pendiam karena para seniro dan senorita berharap lebih sehingga meski setelah MBC selesai keluarga Eltoro tetap satu serta erat dan juga seniro senorita menginginkan angkatan kami lebih baik dari angkatan sebelumnya sehingga semakin kedepan HME akan semakin baik. Dan teman kami yang tinggal di selasar basement Labtek VIII melakukan brainstorming yang dipimpin oleh seniro dan para tadis untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyatukan angkatan sehingga saling kenal. Kami yang sudah mengenal lebih banyak merasa bersalah karena kami masih mementingkan diri sendiri dan belum peduli, seniro berharap kami harus memiliki inisiatif yang lebih dalam merangkul agkatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar