Jumat, 26 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 11

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
26 Juli 2013

MBC day 11 ini merupakan MBC day terakhir pada masa libur dan akan dilanjutkan kembali pada masa kuliah semester 1 2013/2014. MBC diawali dengan apel pada pukul 13.00 di selasar basement Labtek VIII. Jumlah fisik kami yang hadir saat apel adalah 147 orang dan 21 orang sedang mengikuti diklat terpusat OSKM. Setelah itu, dilakukan cek spesifikasi harian dengan spesifikasi harian untuk hari ini adalah buku catatan, alat tulis, paying, nametag, NIMtag, tolak angina, madurasa, jaket tebal, takjil bagi yang berpuasa, dan uang minimal Rp10000,00. Sedangkan untuk dress code adalah pakaian olahraga non-ITB dan banyak dari kami salah dress code karena pakaiannya terdapat lambing ITB ataupun memakai celana training ITB.

Setelah itu, kami diajarkan lagi tiga lagu supporteran HME, yaitu Masa Bodoh, HME Bawah Tanah, dan Kami Bukan Bonek. Seperti pengajaran lagu sebelumnya, kami diberitahu lirik masing-masing lagu, lalu para seniro dan senorita menyanyikannya untuk mengajarkan nadanya, lalu kami menyanyikannya dengan nada yang diajarkan.

Setelah diajarkan lagu, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok utara dan kelompok selatan, untuk bermain games. Game pertama yaitu MBC Bulaga dengan peraturan dipilih dua orang dari kelompok untuk bermain dengan satu orang untuk menebak sesuatu yang berhubungan dengan MBC dan HME dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan satu orang lainnya yang tahu jawabannya menjawab pertanyaan satu orang tersebut dengan ya, tidak, atau bisa jadi. Permainan tersebut cukup seru dan membuat tertawa karena pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan seringkali tidak berhubungan jawaban tersebut. Game kedua yaitu tebak keunikan dengan peraturan dipilih enam orang dari kelompok untuk maju dan menuliskan tujuh keunikan diri sendiri pada secarik kertas dan dari kertas-kertas tersebut dipilih satu untuk ditebak oleh kelompok lawan siapa orang tersebut dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang keunikan orang tersebut yang dijawab iya, tidak, atau bisa jadi.

Setelah bermain, kami diistirahatkan sampai pukul 15.45, lalu kami dimobilisasi secara sporadis tiap empat banjar menuju lapangan basket A dan B di saraga ITB dengan jalur yang berbeda-beda sesuai komando dari seniro. Disana beberapa dari kami bermain basket melawan para seniro sedangkan yang lainnya supporteran lagu HME. Setelah sekitar 15 menit permainan, hujan turun membasahi lapangan sehingga permainan dihentikan. Setelah hujan yang hanya sekitar lima menit tersebut reda, kami meminta agar permainan dilanjutakan, yaitu voli dan bentengan, namun seniro menolak karena kondisi lapangan licin yang beresiko. Setelah itu kami dibubarkan dan diminta untuk berkumpul kembali pada pukul 20.30 di selasar basement Labtek VIII dengan memenuhi kuorum 174 orang.


Pada pukul 20.30, kami berkumpul di selasar basement Labtek VIII lalu dimobilisasi menuju selasar basement Labtek VII. Disana diadakan forum yang membahas evaluasi tugas-tugas kami dan materi-materi yang sudah diberikan. Dalam evaluasi tugas, masih banyak yang belum mengumpulkan tugas isu elektroteknik, laporan NIMtag berformat IEEE, dan buku angkatan. Untuk tugas isu elektroteknik dan laporan NIMtag berformat IEEE masih ada yang belum mengumpulkan dikarenakan orang-orang tersebut sudah di kota tempat tinggalnya dan masalah dalam internet sedangkan untuk buku angkatan sendiri masih banyak yang belum mengumpulkan karena mereka sudah di kota tempat tinggalnya. Untuk buku lintas angkatan, ada beberapa dari kami yang belum serius mewawancarai seniro, senorita, bandito, atau maharani dalam menggali informasi mengenai pengalamannya. Dan dalam review materi, tentang tujuan HME ITB, visi BP HME 2012/2013, RBK, elemen-elemen HME serta strukturnya, kami ditekankan untuk tidak hanya hafal tetapi juga kami juga mengerti. Dan juga kami ditekankan bahwa MBC adalah untuk kebaikan objek kader maupun subyek kader serta untuk menumbuhkan angkatan kami yang lebih baik dari angkatan sebelumnya. Setelah forum, kami menyerukan Mars HME sebagai penutup lalu dimobilisasi pulang.

Rabu, 24 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 10

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
24 Juli 2013

MBC day 10 ini diawali dengan apel di selasar basement Labtek VIII pada pukul 13.45. Jumlah fisik yang hadir 169 orang yang sangat jauh dengan kuorum yang disepakati ketua angkatan yaitu 210 orang. Para seniro dan senorita sudah bosan mmbicarakan tentang kuorum sehingga kami diberi konsekuensi berupa menuliskan alasan mengapa dalam sepuluh day MBC hanya satu day yang memenuhi kuorum minimal 80 kata pada blog angkatan bagian tentang kami lalu wajib di-share blog tersebut melalui semua social media semua junior bonita. Lalu, kami cek spesifikasi harian dan absensi.

Setelah apel, kami menerima materi tentang Palapa HME ITB. Palapa adalah sebuah community development dari HME yang dimulai dari tahun 2006 oleh angkatan HME 2005 pada saat menjalani MBC. Nama Palapa terinspirasi oleh sumpah palapa Gajah Mada dan nama satelit pertama Indonesia. Community development adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan memberdayakan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup yang dilakukan secara berkelanjutan. Palapa pertama bernama Palapa Jaya. Palapa Jaya dilakukan di desa Jayamukti kabupaten Garut dimulai tahun 2006 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air untuk menerangi desa tersebut karena desa tersebut belum terjangkau istrik. Palapa II dilakukan di desa Mekarwangi kabutapen Garut di mulai tahun 2008 dan selesai tahun 2010 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga surya karena desa tersebut salah satu desa yang belum terjangkau listrik juga. Palapa III dilaksanakan di desa Mekarwangi juga namun Palapa III ini kegiatan yang lebih fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu berupa membangun rumah baca, membangun peternakan domba dan ikan lele, dan maintenance PLTS berupa mengganti baterai.

Setelah materi tersebut, kami diistirahatkan selama 30 menit lalu kami menerima materi problem solving. Problem solving secara umum yang dilakukan adalah identifikasi, analisis, strategi, lalu eksekusi. Tipe problem solving yang kami dapat adalah D-S-P-A yaitu Define the problem (D), Structure the problem (S), Prioritize issues (P), dan Action plan(A). D (Define the problem) adalah identifikasi masalah menggunakan konsep SMART (Specific, Measureable, Actionable, Realistic, dan Time bond). S (Structure the problem) berupa menstruktur masalah menggunakan Issue Tree untuk menjabarkan solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. P (Prioritize issues) dilakukan dengan menggunakan Impact-Effort Matrix yang membagi solusi-solusi yang didapat dengan ketentuan Impact dan Effort besar atau kecil, lalu melalui Impact-Effort Matrix tersebut dapat ditentukan tahapan solusi-solusi yang dilakukan dengan melihat prioritas solusi yang paling memungkinkan lebih dulu dilakukan. A (Action plan) dilakukan untuk membagi pekerjaan dalam tim sehingga lebih terstruktur.


Setelah materi problem solving, kami diberi tugas proyek angkatan berupa community service dengan spesifikasi maksimal dua bulan dari 24 Juli 2013 dan berada di wilayah Bandung. Buku lintas angkatan diberikan kembali untuk diselesaikan bagi yang sudah selesai dan juga ditambah dua orang bandito atau maharani dan dikumpulkan kembali pada tanggal yang akan diberitahukan.

Kamis, 18 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 9

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
18 Juli 2013

MBC day 9 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah peserta yang hadir 195 orang. Kuorum sebanyak 215 orang tidak bisa terpenuhi lagi meskipun kami sudah berusaha keras dalam mencapai kuorum tersebut baik dengan baik berkumpul sekitar 2 jam sebelum MBC dimulai maupun menjemput teman kami yang sedang sakit tetapi masih bisa mengikuti MBC. Setelah itu kami melakukan cek absensi dan spesifikasi harian.

Selanjutnya kami dimobilisasi menuju GKU Timur lantai 4 ruang 9231. Disana kami sudah ditunggu oleh para seniro senorita dan presiden Kabinet KM-ITB periode 2013/2014, Nyoman Anjani. Materi yang diberikan disana adalah share pengalaman presiden Kabinet KM-ITB baik tentang materi kepemimpinan dan KM-ITB namun juga pengalaman pribadi dari Nyoman Anjani sendiri.

Mahasiswa memiliki arti siswa yang memiliki tanggung jawab lebih tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter demi membangun Negara dan mencerdaskan bangsa. ITB memiliki enam alat untuk membantu setiap mahasiswa mengembangkan potensi dan karakter, yaitu HMJ, Unit, Tim Beasiswa, MWA-WM, Kongres, dan Kabinet. Salah satu hal yang membedakan ITB dengan universitas lain adalah KM-ITB yang berasas kekeluargaan dan melingkupi semua mahasiswa ITB sehingga semua mahasiswa memiliki peran serta dalam keberlangsungan KM-ITB sendiri. Visi KM-ITB periode 2013/2014 adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia. Kami juga diberi materi kepemimpinan. Sama seperti yang dikatakan seniro Reinhart, Nyoman Anjani juga berkata sebelum kita bisa memimpin orang, kita harus bisa memimpin diri sendiri. Kunci dalam memimpin adalah know, show, lead. Know, kita tahu jalan yang akan dituju. Show, kita menunjukkan jalan yang akan dituju. Lead, kita memimpin jalan yang akan dituju. Dan juga dari salah seorang alumni yang mengobrol dengan Nyoman Anjani, ada tiga cara sukses anak ITB yaitu kecerdasan, keberanian, dan relasi. Sedangkan dari pengalaman pribadi Nyoman Anjani, dia bercerita tentang hobi-hobinya dan perjalanan untuk menjadi presiden Kabinet KM-ITB. Esensi yang saya dapat adalah dari seorang public figure ITB kita bisa belajar dan terinspirasi untuk terus melangkah maju serta keluar dari zona nyaman dan juga kita sebagai mahasiswa ITB anggota KM-ITB, kita harus mengerti struktur KM-ITB sendiri sehingga kita tahu kita bisa berperan dimana.


Setelah kami diistirahatkan kami dikumpulkan kembali pukul 13.10 di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan forum namun tanpa moderator dan juniro dan bonita berbicara hanya jika diizinkan oleh seniro senorita. Disana dilakukan tes kenal satu angkatan yang hadir. Kami yang semula sudah berkata siap namun saat disuruh angkat tangan untuk tes kenal hanya segelintir orang yang mengangkat tangan. Dari enam orang yang dites hanya tiga orang yang bisa kenal semua yang hadir. Hasilnya cukup mengecewakan para seniro dan senorita sehingga kami dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengenal lebih dari 150 orang teman angkatan dan kelompok yang mengenal kurang dari 150 orang teman angkatan. Kami yang mengenal lebih dari 150 teman angkatan dimobilisasi menuju kantin bengkok bertemu dengan seniro Tatas. Seniro Tatas menyampaikan bahwa kami harus memiliki inisiatif lebih untuk mengajak teman agar saling kenal terutama bagi yang pendiam karena para seniro dan senorita berharap lebih sehingga meski setelah MBC selesai keluarga Eltoro tetap satu serta erat dan juga seniro senorita menginginkan angkatan kami lebih baik dari angkatan sebelumnya sehingga semakin kedepan HME akan semakin baik. Dan teman kami yang tinggal di selasar basement Labtek VIII melakukan brainstorming yang dipimpin oleh seniro dan para tadis untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyatukan angkatan sehingga saling kenal. Kami yang sudah mengenal lebih banyak merasa bersalah karena kami masih mementingkan diri sendiri dan belum peduli, seniro berharap kami harus memiliki inisiatif yang lebih dalam merangkul agkatan.

Selasa, 16 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 8

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
16 Juli 2013

MBC day 8 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah yang hadir 192 termasuk dua orang yang terlambat. Jumlah ini kurang dari kuorum yang sudah ditentukan melalui konfirmasi kehadiran pada hari sebelum day ini, yaitu 214 orang. Setelah itu, kami melakukan cek spesifikasi harian dan absensi. Setelah apel pagi, day ini dilanjutkan dengan forum yang membahas realita angkatan Eltoro. Yang dibahas adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, evaluasi wisuda, evaluasi tugas-tugas pribadi, kewajiban untuk menyapa seniro, senorita, bandito, maupun maharani diluar MBC, dan kesalahan terbesar saat persiapan wisuda.

Bahasan pertama adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda. Esensi yang didapat pada saat persiapan wisuda dan eksekusi wisuda yang dinyatakan juniro dan bonita adalah membuat angkatan lebih kompak, kerjasama, kebersamaan, keterampilan saat membuat properti, keprofesionalan saat performance, merupakan budaya apresiasi untuk para gundala-gundili, rasa bangga, bersenang-senang dalam satu angkatan, saling menghargai dan percaya dalam angkatan, management waktu yang terlatih, dan menerapkan salah satu budaya HME yaitu perayaan wisuda. Pesan dari salah satu seniro adalah terus pasang semangat tersebut untuk seterusnya baik dalam MBC maupun setelah MBC.

Setelah membahas esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, dilanjutkan dengan evaluasi wisuda. Evaluasi yang dikemukakan adalah suara komando untuk bernyanyi kurang terdengar hingga belakang barisan, tugas barikade yang belum jelas, kerja kurang terstruktur saat persiapan wisuda, dan ketidaksiapan dalam cuaca hujan saat eksekusi wisuda. Seniro berpendapat mengenai evaluasi tersebut. Untuk suara komando yang kurang terdengar, disinilah fungsi dari pemain genderang dalam menyamakan ritme sehingga barisan belakang mengetahui lagu yang dinyanyikan. Untuk tugas barikade yang belum jelas, seniro mengatakan bahwa tugas barikade sudah dijelaskan pada saat MBC day 6 yaitu untuk melindungi gundala-gundili dari ancaman luar dan menjaga gundala-gundili tetap dalam barisan. Untuk kerja yang kurang terstruktur saat persiapan wisuda, seniro memberi solusi agar membuat timeline yang jelas dalam bekerja sehingga terdapat batasan waktu dalam menyelesaikan sesuatu. Dan mengenai ketidaksiapan dalam cuaca hujan, seniro mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana jika saat eksekusi wisuda dalam keadaan hujan yaitu melalui jalur teduh, namun keinginan gundala-gundili, yaitu menerobos hujan, adalah prioritas utama karena hari wisuda merupakan hari mereka.

Bahasan selanjutnya adalah evaluasi tugas-tugas pribadi. Untuk tugas isu-isu elektroteknik baru 80% yang mengumpulkan, untuk tugas laporan NIM tag berformat IEEE baru 90% yang mengumpulkan, review materi melalui blog masih banyak yang terlambat mengumpulkan bahkan ada yang belum membuat bolg, dan buku angkatan yang masih belum terlihat kemajuannya. Untuk itu ditentukan deadline untuk pengumpulan tugas-tugas tersebut bagi yang belum mengumpulkan. Untuk isu-isu elektroteknik dan laporan NIM Tag berformat IEEE harus dikumpulkan kamis 18 Juli 2013, untuk review melalui blog dari day 3-7 harus dibuat dan dikonfirmasi hingga deadline sabtu 20 Juli 2013, dan buku angkatan harus selesai dan dikumpulkan hari senin 22 Juli 2013. Jika ada yang tidak mengumpulkan tugas-tugas tersebut maka namanya akan dicoret dari daftar peserta MBC. Dan juga kami diminta untuk mengumpulkan peserta yang tidak hadir forum ini dan masih berada di Bandung untuk berkumpul pukul 10.00 setelah day ini di selasar tersebut.

Bahasan selanjutnya mengenai kewajiban dalam menyapa seniro, senorita, bandito, maupun maharani  diluar MBC. Ini dibahas karena masih banyak junior dan bonita yang tidak menyapa saat berpapasan dengan seniro, senorita, bandito, atau maharani. Maka dari itu ditekankan untuk kami menyapa dan juga seniro, senorita, bandito, dan maharani menyapa balik saat disapa. Dan juga untuk mengenal angkatan atas HME maka dibuat buku lintas angkatan yang berisi tentang seniro, senorita, bandito, maupun maharani melalui teknis wawancara. Untuk sabtu 20 Juli 2013 harus terkumpul 20 seniro, 10 senorita, 5 bandito dan maharani.


Bahasan terakhir adalah mengenai kesalahan kami saat persiapan wisuda, yaitu merusak sarana prasarana ITB. Dari kesalahan ini tidak ada satupun makna yang didapat kecuali pembelajaran dari kesalahan. Kami satu angkatan termasuk bersalah karena yang tidak merusak sarana prasarana tersebut tidak memperingati temannya yang merusak tersebut. Banyak kerugian yang didapat dari ini baik itu merusak nama baik HME maupun Eltoro.

Sabtu, 13 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 7

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
13 Juli 2013

MBC day 7 diawali dengan apel pagi di selasar GKU Timur. Kuorum fisik day ini adalah 215 orang dan kuorum ini terpenuhi pada saat apel pagi yaitu 216 orang dan semakin bertambah saat arak-arakkan wisuda. MBC day ini bertujuan untuk melakukan arak-arakkan wisuda sehingga spesifikasi yang wajib dibawa yaitu paying dan semangat yang dibuktikan dengan menyanyikan Mars Eltoro. Setelah itu, kami diajarkan lagu Mars HME dan kami juga menyanyikannya dengan dipimpin oleh ketua angkatan kami. Cara menyanyikannya yaitu menyanyi sambil tangan mengepal tangan keatas dan menghentakkan kaki. Mars HME ini berfungsi untuk memngbangkitkan semangat serta rasa kebanggaan.

Setelah apel pagi, kami dibubarkan dan ditunggu di lapangan saraga ITB yang bertanda baliho HME ITB pukul 13.00. Selama jeda sekita 3,5 jam kami mempersiapkan segala kebutuhan untuk arak-arakkan wisuda maupun performance. Properti untuk arak-arakkan yaitu Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab, Backdrop, Miniatur Unta, Karpet Terbang, Miniatur Peti-peti berisi Emas, dan LED bertuliskan Selamat Wisuda. Dan untuk kostum, untuk para performer dan maskot memakai kostum yang sudah ditentukan dan untuk lainnya menggunakan properti massal yaitu kalung LED, bando LED, dan sorban.

Saat pukul 12.15, kami berangkat menuju lapangan saraga ITB melalui jalur teduh dikarenakan hujan. Beberapa properti arak-arakkan, yaitu Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab, Backdrop, dan Karpet Terbang, ditinggal diatas tunnel karena ukurannya cukup besar dan proses mobilisasi yang sulit saat melewati tangga. Setelah tiba di saraga ITB, kami menunggu giliran untuk arak-arakkan wisuda. Dan saat giliran kami telah tiba, kami berbaris formasi U seperti yang sudah diajarkan pada MBC day sebelumnya. Lalu setelah para gundala-gundili sudah membentuk barisan, kamipun menyanyikan Mars HME dan membentuk barisan formasi arak-arakkan.

Kami pun mengarak para gundala-gundili menuju tunnel lalu menuju lingkar luar barat kampus ITB hingga ke gerbang depan kampus ITB. Kamipun menyanyikan lagu-lagu HME saat proses mengarak, di tunnel kami menyanyikan EL Elektro dengan suara terbaik kami untuk menepati janji kami pada MBC day sebelumnya. Proses mengarak cukup sulit untuk para pembawa properti arak-arakkan karena cuaca hujan yang semakin deras, namun semangat kami tidak luntur karena hujan sehingga kami tetap melakukan proses arak-arakkan sambil berhujan-hujanan.

Setelah melakukan proses arak-arakkan, kami tiba didepan gerbang kampus ITB untuk melakukan performance. Meskipun hujan masih deras, para performer tetap melakukan performance dengan semangat. Setelah melakukan performance, kamipun mengarak kembali para gundala-gundili menuju selasar basement Labtek VIII. Kami Eltoro mendapat apresiasi dari para seniro dan gundala-gundili karena semangat kami selama proses arak-arakkan dan performance tidak luntur karena kondisi hujan. MBC day ini lalu ditutup dengan menyanyikan Mars HME dan doa.