Jumat, 26 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 11

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
26 Juli 2013

MBC day 11 ini merupakan MBC day terakhir pada masa libur dan akan dilanjutkan kembali pada masa kuliah semester 1 2013/2014. MBC diawali dengan apel pada pukul 13.00 di selasar basement Labtek VIII. Jumlah fisik kami yang hadir saat apel adalah 147 orang dan 21 orang sedang mengikuti diklat terpusat OSKM. Setelah itu, dilakukan cek spesifikasi harian dengan spesifikasi harian untuk hari ini adalah buku catatan, alat tulis, paying, nametag, NIMtag, tolak angina, madurasa, jaket tebal, takjil bagi yang berpuasa, dan uang minimal Rp10000,00. Sedangkan untuk dress code adalah pakaian olahraga non-ITB dan banyak dari kami salah dress code karena pakaiannya terdapat lambing ITB ataupun memakai celana training ITB.

Setelah itu, kami diajarkan lagi tiga lagu supporteran HME, yaitu Masa Bodoh, HME Bawah Tanah, dan Kami Bukan Bonek. Seperti pengajaran lagu sebelumnya, kami diberitahu lirik masing-masing lagu, lalu para seniro dan senorita menyanyikannya untuk mengajarkan nadanya, lalu kami menyanyikannya dengan nada yang diajarkan.

Setelah diajarkan lagu, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok utara dan kelompok selatan, untuk bermain games. Game pertama yaitu MBC Bulaga dengan peraturan dipilih dua orang dari kelompok untuk bermain dengan satu orang untuk menebak sesuatu yang berhubungan dengan MBC dan HME dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan satu orang lainnya yang tahu jawabannya menjawab pertanyaan satu orang tersebut dengan ya, tidak, atau bisa jadi. Permainan tersebut cukup seru dan membuat tertawa karena pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan seringkali tidak berhubungan jawaban tersebut. Game kedua yaitu tebak keunikan dengan peraturan dipilih enam orang dari kelompok untuk maju dan menuliskan tujuh keunikan diri sendiri pada secarik kertas dan dari kertas-kertas tersebut dipilih satu untuk ditebak oleh kelompok lawan siapa orang tersebut dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang keunikan orang tersebut yang dijawab iya, tidak, atau bisa jadi.

Setelah bermain, kami diistirahatkan sampai pukul 15.45, lalu kami dimobilisasi secara sporadis tiap empat banjar menuju lapangan basket A dan B di saraga ITB dengan jalur yang berbeda-beda sesuai komando dari seniro. Disana beberapa dari kami bermain basket melawan para seniro sedangkan yang lainnya supporteran lagu HME. Setelah sekitar 15 menit permainan, hujan turun membasahi lapangan sehingga permainan dihentikan. Setelah hujan yang hanya sekitar lima menit tersebut reda, kami meminta agar permainan dilanjutakan, yaitu voli dan bentengan, namun seniro menolak karena kondisi lapangan licin yang beresiko. Setelah itu kami dibubarkan dan diminta untuk berkumpul kembali pada pukul 20.30 di selasar basement Labtek VIII dengan memenuhi kuorum 174 orang.


Pada pukul 20.30, kami berkumpul di selasar basement Labtek VIII lalu dimobilisasi menuju selasar basement Labtek VII. Disana diadakan forum yang membahas evaluasi tugas-tugas kami dan materi-materi yang sudah diberikan. Dalam evaluasi tugas, masih banyak yang belum mengumpulkan tugas isu elektroteknik, laporan NIMtag berformat IEEE, dan buku angkatan. Untuk tugas isu elektroteknik dan laporan NIMtag berformat IEEE masih ada yang belum mengumpulkan dikarenakan orang-orang tersebut sudah di kota tempat tinggalnya dan masalah dalam internet sedangkan untuk buku angkatan sendiri masih banyak yang belum mengumpulkan karena mereka sudah di kota tempat tinggalnya. Untuk buku lintas angkatan, ada beberapa dari kami yang belum serius mewawancarai seniro, senorita, bandito, atau maharani dalam menggali informasi mengenai pengalamannya. Dan dalam review materi, tentang tujuan HME ITB, visi BP HME 2012/2013, RBK, elemen-elemen HME serta strukturnya, kami ditekankan untuk tidak hanya hafal tetapi juga kami juga mengerti. Dan juga kami ditekankan bahwa MBC adalah untuk kebaikan objek kader maupun subyek kader serta untuk menumbuhkan angkatan kami yang lebih baik dari angkatan sebelumnya. Setelah forum, kami menyerukan Mars HME sebagai penutup lalu dimobilisasi pulang.

Rabu, 24 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 10

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
24 Juli 2013

MBC day 10 ini diawali dengan apel di selasar basement Labtek VIII pada pukul 13.45. Jumlah fisik yang hadir 169 orang yang sangat jauh dengan kuorum yang disepakati ketua angkatan yaitu 210 orang. Para seniro dan senorita sudah bosan mmbicarakan tentang kuorum sehingga kami diberi konsekuensi berupa menuliskan alasan mengapa dalam sepuluh day MBC hanya satu day yang memenuhi kuorum minimal 80 kata pada blog angkatan bagian tentang kami lalu wajib di-share blog tersebut melalui semua social media semua junior bonita. Lalu, kami cek spesifikasi harian dan absensi.

Setelah apel, kami menerima materi tentang Palapa HME ITB. Palapa adalah sebuah community development dari HME yang dimulai dari tahun 2006 oleh angkatan HME 2005 pada saat menjalani MBC. Nama Palapa terinspirasi oleh sumpah palapa Gajah Mada dan nama satelit pertama Indonesia. Community development adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan memberdayakan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup yang dilakukan secara berkelanjutan. Palapa pertama bernama Palapa Jaya. Palapa Jaya dilakukan di desa Jayamukti kabupaten Garut dimulai tahun 2006 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air untuk menerangi desa tersebut karena desa tersebut belum terjangkau istrik. Palapa II dilakukan di desa Mekarwangi kabutapen Garut di mulai tahun 2008 dan selesai tahun 2010 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga surya karena desa tersebut salah satu desa yang belum terjangkau listrik juga. Palapa III dilaksanakan di desa Mekarwangi juga namun Palapa III ini kegiatan yang lebih fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu berupa membangun rumah baca, membangun peternakan domba dan ikan lele, dan maintenance PLTS berupa mengganti baterai.

Setelah materi tersebut, kami diistirahatkan selama 30 menit lalu kami menerima materi problem solving. Problem solving secara umum yang dilakukan adalah identifikasi, analisis, strategi, lalu eksekusi. Tipe problem solving yang kami dapat adalah D-S-P-A yaitu Define the problem (D), Structure the problem (S), Prioritize issues (P), dan Action plan(A). D (Define the problem) adalah identifikasi masalah menggunakan konsep SMART (Specific, Measureable, Actionable, Realistic, dan Time bond). S (Structure the problem) berupa menstruktur masalah menggunakan Issue Tree untuk menjabarkan solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. P (Prioritize issues) dilakukan dengan menggunakan Impact-Effort Matrix yang membagi solusi-solusi yang didapat dengan ketentuan Impact dan Effort besar atau kecil, lalu melalui Impact-Effort Matrix tersebut dapat ditentukan tahapan solusi-solusi yang dilakukan dengan melihat prioritas solusi yang paling memungkinkan lebih dulu dilakukan. A (Action plan) dilakukan untuk membagi pekerjaan dalam tim sehingga lebih terstruktur.


Setelah materi problem solving, kami diberi tugas proyek angkatan berupa community service dengan spesifikasi maksimal dua bulan dari 24 Juli 2013 dan berada di wilayah Bandung. Buku lintas angkatan diberikan kembali untuk diselesaikan bagi yang sudah selesai dan juga ditambah dua orang bandito atau maharani dan dikumpulkan kembali pada tanggal yang akan diberitahukan.

Kamis, 18 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 9

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
18 Juli 2013

MBC day 9 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah peserta yang hadir 195 orang. Kuorum sebanyak 215 orang tidak bisa terpenuhi lagi meskipun kami sudah berusaha keras dalam mencapai kuorum tersebut baik dengan baik berkumpul sekitar 2 jam sebelum MBC dimulai maupun menjemput teman kami yang sedang sakit tetapi masih bisa mengikuti MBC. Setelah itu kami melakukan cek absensi dan spesifikasi harian.

Selanjutnya kami dimobilisasi menuju GKU Timur lantai 4 ruang 9231. Disana kami sudah ditunggu oleh para seniro senorita dan presiden Kabinet KM-ITB periode 2013/2014, Nyoman Anjani. Materi yang diberikan disana adalah share pengalaman presiden Kabinet KM-ITB baik tentang materi kepemimpinan dan KM-ITB namun juga pengalaman pribadi dari Nyoman Anjani sendiri.

Mahasiswa memiliki arti siswa yang memiliki tanggung jawab lebih tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter demi membangun Negara dan mencerdaskan bangsa. ITB memiliki enam alat untuk membantu setiap mahasiswa mengembangkan potensi dan karakter, yaitu HMJ, Unit, Tim Beasiswa, MWA-WM, Kongres, dan Kabinet. Salah satu hal yang membedakan ITB dengan universitas lain adalah KM-ITB yang berasas kekeluargaan dan melingkupi semua mahasiswa ITB sehingga semua mahasiswa memiliki peran serta dalam keberlangsungan KM-ITB sendiri. Visi KM-ITB periode 2013/2014 adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia. Kami juga diberi materi kepemimpinan. Sama seperti yang dikatakan seniro Reinhart, Nyoman Anjani juga berkata sebelum kita bisa memimpin orang, kita harus bisa memimpin diri sendiri. Kunci dalam memimpin adalah know, show, lead. Know, kita tahu jalan yang akan dituju. Show, kita menunjukkan jalan yang akan dituju. Lead, kita memimpin jalan yang akan dituju. Dan juga dari salah seorang alumni yang mengobrol dengan Nyoman Anjani, ada tiga cara sukses anak ITB yaitu kecerdasan, keberanian, dan relasi. Sedangkan dari pengalaman pribadi Nyoman Anjani, dia bercerita tentang hobi-hobinya dan perjalanan untuk menjadi presiden Kabinet KM-ITB. Esensi yang saya dapat adalah dari seorang public figure ITB kita bisa belajar dan terinspirasi untuk terus melangkah maju serta keluar dari zona nyaman dan juga kita sebagai mahasiswa ITB anggota KM-ITB, kita harus mengerti struktur KM-ITB sendiri sehingga kita tahu kita bisa berperan dimana.


Setelah kami diistirahatkan kami dikumpulkan kembali pukul 13.10 di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan forum namun tanpa moderator dan juniro dan bonita berbicara hanya jika diizinkan oleh seniro senorita. Disana dilakukan tes kenal satu angkatan yang hadir. Kami yang semula sudah berkata siap namun saat disuruh angkat tangan untuk tes kenal hanya segelintir orang yang mengangkat tangan. Dari enam orang yang dites hanya tiga orang yang bisa kenal semua yang hadir. Hasilnya cukup mengecewakan para seniro dan senorita sehingga kami dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengenal lebih dari 150 orang teman angkatan dan kelompok yang mengenal kurang dari 150 orang teman angkatan. Kami yang mengenal lebih dari 150 teman angkatan dimobilisasi menuju kantin bengkok bertemu dengan seniro Tatas. Seniro Tatas menyampaikan bahwa kami harus memiliki inisiatif lebih untuk mengajak teman agar saling kenal terutama bagi yang pendiam karena para seniro dan senorita berharap lebih sehingga meski setelah MBC selesai keluarga Eltoro tetap satu serta erat dan juga seniro senorita menginginkan angkatan kami lebih baik dari angkatan sebelumnya sehingga semakin kedepan HME akan semakin baik. Dan teman kami yang tinggal di selasar basement Labtek VIII melakukan brainstorming yang dipimpin oleh seniro dan para tadis untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyatukan angkatan sehingga saling kenal. Kami yang sudah mengenal lebih banyak merasa bersalah karena kami masih mementingkan diri sendiri dan belum peduli, seniro berharap kami harus memiliki inisiatif yang lebih dalam merangkul agkatan.

Selasa, 16 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 8

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
16 Juli 2013

MBC day 8 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah yang hadir 192 termasuk dua orang yang terlambat. Jumlah ini kurang dari kuorum yang sudah ditentukan melalui konfirmasi kehadiran pada hari sebelum day ini, yaitu 214 orang. Setelah itu, kami melakukan cek spesifikasi harian dan absensi. Setelah apel pagi, day ini dilanjutkan dengan forum yang membahas realita angkatan Eltoro. Yang dibahas adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, evaluasi wisuda, evaluasi tugas-tugas pribadi, kewajiban untuk menyapa seniro, senorita, bandito, maupun maharani diluar MBC, dan kesalahan terbesar saat persiapan wisuda.

Bahasan pertama adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda. Esensi yang didapat pada saat persiapan wisuda dan eksekusi wisuda yang dinyatakan juniro dan bonita adalah membuat angkatan lebih kompak, kerjasama, kebersamaan, keterampilan saat membuat properti, keprofesionalan saat performance, merupakan budaya apresiasi untuk para gundala-gundili, rasa bangga, bersenang-senang dalam satu angkatan, saling menghargai dan percaya dalam angkatan, management waktu yang terlatih, dan menerapkan salah satu budaya HME yaitu perayaan wisuda. Pesan dari salah satu seniro adalah terus pasang semangat tersebut untuk seterusnya baik dalam MBC maupun setelah MBC.

Setelah membahas esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, dilanjutkan dengan evaluasi wisuda. Evaluasi yang dikemukakan adalah suara komando untuk bernyanyi kurang terdengar hingga belakang barisan, tugas barikade yang belum jelas, kerja kurang terstruktur saat persiapan wisuda, dan ketidaksiapan dalam cuaca hujan saat eksekusi wisuda. Seniro berpendapat mengenai evaluasi tersebut. Untuk suara komando yang kurang terdengar, disinilah fungsi dari pemain genderang dalam menyamakan ritme sehingga barisan belakang mengetahui lagu yang dinyanyikan. Untuk tugas barikade yang belum jelas, seniro mengatakan bahwa tugas barikade sudah dijelaskan pada saat MBC day 6 yaitu untuk melindungi gundala-gundili dari ancaman luar dan menjaga gundala-gundili tetap dalam barisan. Untuk kerja yang kurang terstruktur saat persiapan wisuda, seniro memberi solusi agar membuat timeline yang jelas dalam bekerja sehingga terdapat batasan waktu dalam menyelesaikan sesuatu. Dan mengenai ketidaksiapan dalam cuaca hujan, seniro mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana jika saat eksekusi wisuda dalam keadaan hujan yaitu melalui jalur teduh, namun keinginan gundala-gundili, yaitu menerobos hujan, adalah prioritas utama karena hari wisuda merupakan hari mereka.

Bahasan selanjutnya adalah evaluasi tugas-tugas pribadi. Untuk tugas isu-isu elektroteknik baru 80% yang mengumpulkan, untuk tugas laporan NIM tag berformat IEEE baru 90% yang mengumpulkan, review materi melalui blog masih banyak yang terlambat mengumpulkan bahkan ada yang belum membuat bolg, dan buku angkatan yang masih belum terlihat kemajuannya. Untuk itu ditentukan deadline untuk pengumpulan tugas-tugas tersebut bagi yang belum mengumpulkan. Untuk isu-isu elektroteknik dan laporan NIM Tag berformat IEEE harus dikumpulkan kamis 18 Juli 2013, untuk review melalui blog dari day 3-7 harus dibuat dan dikonfirmasi hingga deadline sabtu 20 Juli 2013, dan buku angkatan harus selesai dan dikumpulkan hari senin 22 Juli 2013. Jika ada yang tidak mengumpulkan tugas-tugas tersebut maka namanya akan dicoret dari daftar peserta MBC. Dan juga kami diminta untuk mengumpulkan peserta yang tidak hadir forum ini dan masih berada di Bandung untuk berkumpul pukul 10.00 setelah day ini di selasar tersebut.

Bahasan selanjutnya mengenai kewajiban dalam menyapa seniro, senorita, bandito, maupun maharani  diluar MBC. Ini dibahas karena masih banyak junior dan bonita yang tidak menyapa saat berpapasan dengan seniro, senorita, bandito, atau maharani. Maka dari itu ditekankan untuk kami menyapa dan juga seniro, senorita, bandito, dan maharani menyapa balik saat disapa. Dan juga untuk mengenal angkatan atas HME maka dibuat buku lintas angkatan yang berisi tentang seniro, senorita, bandito, maupun maharani melalui teknis wawancara. Untuk sabtu 20 Juli 2013 harus terkumpul 20 seniro, 10 senorita, 5 bandito dan maharani.


Bahasan terakhir adalah mengenai kesalahan kami saat persiapan wisuda, yaitu merusak sarana prasarana ITB. Dari kesalahan ini tidak ada satupun makna yang didapat kecuali pembelajaran dari kesalahan. Kami satu angkatan termasuk bersalah karena yang tidak merusak sarana prasarana tersebut tidak memperingati temannya yang merusak tersebut. Banyak kerugian yang didapat dari ini baik itu merusak nama baik HME maupun Eltoro.

Sabtu, 13 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 7

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
13 Juli 2013

MBC day 7 diawali dengan apel pagi di selasar GKU Timur. Kuorum fisik day ini adalah 215 orang dan kuorum ini terpenuhi pada saat apel pagi yaitu 216 orang dan semakin bertambah saat arak-arakkan wisuda. MBC day ini bertujuan untuk melakukan arak-arakkan wisuda sehingga spesifikasi yang wajib dibawa yaitu paying dan semangat yang dibuktikan dengan menyanyikan Mars Eltoro. Setelah itu, kami diajarkan lagu Mars HME dan kami juga menyanyikannya dengan dipimpin oleh ketua angkatan kami. Cara menyanyikannya yaitu menyanyi sambil tangan mengepal tangan keatas dan menghentakkan kaki. Mars HME ini berfungsi untuk memngbangkitkan semangat serta rasa kebanggaan.

Setelah apel pagi, kami dibubarkan dan ditunggu di lapangan saraga ITB yang bertanda baliho HME ITB pukul 13.00. Selama jeda sekita 3,5 jam kami mempersiapkan segala kebutuhan untuk arak-arakkan wisuda maupun performance. Properti untuk arak-arakkan yaitu Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab, Backdrop, Miniatur Unta, Karpet Terbang, Miniatur Peti-peti berisi Emas, dan LED bertuliskan Selamat Wisuda. Dan untuk kostum, untuk para performer dan maskot memakai kostum yang sudah ditentukan dan untuk lainnya menggunakan properti massal yaitu kalung LED, bando LED, dan sorban.

Saat pukul 12.15, kami berangkat menuju lapangan saraga ITB melalui jalur teduh dikarenakan hujan. Beberapa properti arak-arakkan, yaitu Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab, Backdrop, dan Karpet Terbang, ditinggal diatas tunnel karena ukurannya cukup besar dan proses mobilisasi yang sulit saat melewati tangga. Setelah tiba di saraga ITB, kami menunggu giliran untuk arak-arakkan wisuda. Dan saat giliran kami telah tiba, kami berbaris formasi U seperti yang sudah diajarkan pada MBC day sebelumnya. Lalu setelah para gundala-gundili sudah membentuk barisan, kamipun menyanyikan Mars HME dan membentuk barisan formasi arak-arakkan.

Kami pun mengarak para gundala-gundili menuju tunnel lalu menuju lingkar luar barat kampus ITB hingga ke gerbang depan kampus ITB. Kamipun menyanyikan lagu-lagu HME saat proses mengarak, di tunnel kami menyanyikan EL Elektro dengan suara terbaik kami untuk menepati janji kami pada MBC day sebelumnya. Proses mengarak cukup sulit untuk para pembawa properti arak-arakkan karena cuaca hujan yang semakin deras, namun semangat kami tidak luntur karena hujan sehingga kami tetap melakukan proses arak-arakkan sambil berhujan-hujanan.

Setelah melakukan proses arak-arakkan, kami tiba didepan gerbang kampus ITB untuk melakukan performance. Meskipun hujan masih deras, para performer tetap melakukan performance dengan semangat. Setelah melakukan performance, kamipun mengarak kembali para gundala-gundili menuju selasar basement Labtek VIII. Kami Eltoro mendapat apresiasi dari para seniro dan gundala-gundili karena semangat kami selama proses arak-arakkan dan performance tidak luntur karena kondisi hujan. MBC day ini lalu ditutup dengan menyanyikan Mars HME dan doa.

Kamis, 11 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 6

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
11 Juli 2013

MBC day 6 diawali dengan apel pagi di parkiran mobil saraga ITB dengan jumlah fisik peserta 206 orang termasuk yang SP enam orang dan satu orang terlambat. Para seniro dan senorita masih kecewa karena jumlah fisik tidak memenuhi kuorum 228 orang serta ketidakjelasan sembilan orang yang tidak hadir. Angkatan kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memenuhi kuorum 228 orang tersebut karena day MBC ini sudah diberitahukan tanggalnya pada day sebelumnya meskipun beberapa teman kami ada yang tidak menjawab konfirmasi maupun telepon kehadiran pada day ini. Para seniro dan senorita berharap semangat kami lebih besar dalam menyuarakan lagu HME meskipun jumlah fisik tidak memenuhi kuorum. Setelah itu kami cek absensi dan spesifikasi harian. Materi pertama yaitu kelanjutan lagu supporteran HME. Lagu yang diajarkan yaitu Disini EL, HME Himpunanku, dan Percayalah. Seperti sebelumnya, para seniro dan senorita menyanyikannya terlebih dahulu lalu kami menyanyikannya agar nada lagu mudah dihafal. Kami juga diminta untuk menyanyikan lagu-lagu supporteran yang sudah diajarkan tanpa melihat liriknya untuk mengetahui apakah kami satu angkatan sudah hafal semua lagunya, namun ada beberapa teman kami yang belum hafal beberapa lagu sehingga diminta seorang PJ untuk mengajarkan lagu kepada mereka.

Kemudian kami dimobilisasi menuju gerbang sabuga ITB yang berada di saraga ITB. Disana kami diberitahu formasi-formasi barisan yang akan digunakan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang. Formasi barisan ada dua yaitu formasi penyambutan gundala-gundili dan formasi arak-arakkan. Formasi penyambutan gundala-gundili yaitu Eltoro membentuk formasi barisan U di depan gerbang sabuga tersebut dengan spesifikasi barisan pusat 35 banjar dan barisan kanan-kiri menyesuaikan, maskot berada di pusat formasi barisan U tersebut, pada saf pertama diisi oleh performer, dan saf selanjutnya diisi oleh sisa performer dan massa Eltoro. Formasi arak-arakkan yaitu massa Eltoro membuat barikade barisan enam banjar disekeliling gundala-gundili yang sudah membentuk barisan empat banjar dan 31 saf dengan spesifikasi maskot berada di depan barisan dengan ujung kanan-kiri pengibar bendera, baris selanjutnya adalah para performer, lalu baris selanjutnya adalah para gundala-gundili yang sebelah kanan-kiri adalah massa Eltoro untuk membuat barikade, lalu baris selanjutnya adalah massa Eltoro lainnya. Formasi penyambutan gundala-gundili digunakan saat gundala-gundili keluar dari gerbang sampai mereka selesai membentuk barisan dan juga dengan menyanyikan EL Elektro. Formasi arak-arakkan digunakan setelah para gundala-gundili membentuk barisan sampai menuju gerbang depan kampus ITB melalui jalur tunnel, lalu menuju lingkar luar barat kampus menuju gerbang depan kampus ITB dan juga dengan menyanyikan lagu-lagu supporteran HME sesuai komando. Untuk formasi arak-arakkan pada saat di tunnel barisan akan menyesuaikan pintu masuk tunnel secara sporadis lalu setelah melewati tunnel, formasi arak-arakkan harus dibentuk secepat mungkin. Dan kami telah berjanji bahwa pada saat arak-arakkan di tunnel suara kami harus dapat terdengar sampai gerbang depan kampus ITB untuk membanggakan acara wisuda gundala-gundili.


Lalu setelah materi di saraga, kami diistirahatkan selama sekitar dua jam lalu berkumpul kembali di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan forum yang membahas persiapan acara wisuda. Topik pertama yaitu kemajuan properti. Properti perform sudah sekitar 70% yang meliputi karpet terbang, lampu aladin, dan backdrop. Sedangkan untuk properti massal yaitu kostum ada yang menyewa untuk maskot dan yang lainnya diusahakan membuat sendiri. Kendala dalam kemajuan properti adalah kurangnya SDM dikarenakan banyaknya massa Eltoro yang diklat divisi dan juga karena waktu yang bersamaan dengan bulan puasa. Solusinya yaitu maksimalkan massa angkatan yang hadir serta pembagian kerja agar efektif. Topik selanjutnya yaitu kemajuan performance. Dalam performance seluruh gerakan sudah dibuat dan dicoba melalui gladi kotor sehari sebelum day MBC ini. Performance dibagi menjadi tujuh scene, yaitu tari seribu tangan, tari perut, tari rakyat, tari jin, tari berpasangan, tari perang dan flashmob. Kami diminta untuk membagi waktu yang diberikan, yaitu tujuh menit, yang dimulai dari awal masuk menuju lapangan performance. Lalu topik terakhir adalah SDM massa Eltoro dalam acara wisuda sabtu mendatang. Kami diminta untuk mendata kehadiran semua massa Eltoro yang akan diberikan datanya kepada seniro dan senorita sehari setelah day ini serta kami diminta untuk kami semua massa Eltoro hafal semua lagu yang sudah diajarkan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang agar tidak mengcewakan gundala-gundili.

Senin, 08 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 5

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
8 Juli 2013

MBC day 5 diawali dengan berkumpul di selasar basement Labtek VIII pada pukul 7.15 dan melakukan penghitungan jumlah peserta. Jumlahnya ternyata jauh dari kuorum 235 orang yaitu hanya berjumlah 166 orang. Lalu kami meminta tambahan waktu 45 menit untuk mengajak teman kami yang tidak hadir agar dapat memenuhi kuorum. Selama 45 menit kami berusaha menghubungi semua teman kami yang tidak hadir untuk datang MBC day ini dan yang mengonfirmasi bisa datang dijemput oleh beberapa orang maupun berangkat sendiri. 45 menit pun berakhir dan kami kembali menuju selasar basement Labtek VIII dengan jumlah kami yang hadir masih jauh dari kuorum yaitu 177 orang. Para seniro dan senorita kecewa karena jumlah tersebut adalah jumlah paling sedikit sepanjang sejarah MBC. Namun mereka tetap menghargai upaya kami yang hadir meskipun ada yang sedang sakit. Lalu, kami melakukan cek spesifikasi harian, absensi, dan tugas-tugas yang dibuat.

Setelah itu, kami dimobilisasi menuju pool bus ITB. Lalu kami dites oleh para seniro dan senorita untuk menyanyikan lagu supporteran HME yang telah diajarkan. Hasilnya mengecewakan seniro dan senorita karena masih banyak yang menyanyikan dengan nada yang salah bahkan tidak hafal liriknya. Lalu selanjutnya kami di tes juga mengenai tantangan mengenal satu angkatan melalui foto-foto teman kami dalam buku angkatan untuk menyebutkan nama-namanya. Dan hasilnya pun tetap mengecewakan seniro dan senorita karena masih banyak yang belum saling kenal dan hampir semuanya belum menyelesaikan buku angkatannya. Melalui tes-tes ini kami mengetahui bahwa kami masih belum mendapat semangat seperti HME dalam supporteran dan belum mengenal satu angkatan sehingga koordinasi kami kurang baik. Dan melalui tes ini juga kami menyadari untuk memperbaiki angkatan kami untuk lebih memiliki koordinasi yang baik dan memiliki semangat HME.

Setelah ishoma, forum diadakan untuk membahas dan mengevaluasi tugas-tugas yang sudah kami kerjakan. Yang pertama yaitu bendera dan baliho yang dinilai bagus dan diapresiasi oleh para seniro dan senorita. Kami menjelaskan teknis pengerjaannya dan esensi yang kami dapat dari pembuatan bendera dan baliho tersebut. Selanjutnya yaitu blog angkatan, blog pribadi, panji HME, dan NIM tag yang menurut seniro dan senorita masih belum baik karena masih adanya peserta yang mengumpulkan tidak tepat waktu dan bentuk NIM tag yang masih belum seragam. Namun kami cukup diapresiasi karena kami membuatkan NIM tag beberapa teman kami yang berhalangan dalam membuat MIN tag. Lalu kamipun menjelaskan teknis pengerjaan blog angkatan, blog pribadi, panji HME, dan NIM tag dan esensi yang kami dapat. Dan tugas berikutnya yang dibahas adalah buku angkatan yang masih belum selesai dalam waktu yang sudah ditentukan sehingga kami belum bisa mendapat esensinya. Dinilai dari segi kuantitas, masih belum ada yang menyelesaikan buku angkatan dan dalam setiap kumpul angkatan orang yang hadir selalu sama atau tidak bertambah. Dan dari segi kualitas, masih banyaknya buku angkatan yang tidak seragam dan kurangnya usaha dalam mengenal satu angkatan. Strategi yang akan dilakukan yaitu berusaha mendatangkan full team dalam kumpul angkatan maupun mendatangi kost atau rumah teman yang benar-benar tidak bisa datang. Dan tugas buku angkatan akan ditagih kembali pada waktu yang tidak ditentukan.


Topik terakhir forum yaitu masalah kuorum yang belum pernah terpenuhi. Setelah melalui berbagai pertimbangan maka didapatkan hasil kuorum selanjutnya adalah 228 orang. Disini kembali ditekankan pentingnya memenuhi kuorum yaitu menentukan skala prioritas maupun pemerataan materi.

Jumat, 05 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 4

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
5 Juli 2013

MBC  day 4 diawali dengan apel di selasar basement Labtek VIII yang diawali dengan penghitungan jumlah peserta yang hadir. Jumlah peserta yang hadir ternyata masih tidak memenuhi kuorum yang disepakati pada MBC day2 yaitu 235 orang sehingga ketua angkatan kami tidak diperkenankan mengikuti MBC day ini sesuai yang disepakati ketua angkatan sendiri dengan seniro dan senorita. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sifat kepedulian kami terhadap angkatan karena bukan hanya ketua angkatan yang harus merangkul angkatan tetapi semua anggota juga harus merangkul angkatan. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan tugas dan surat izin, dan cek spesifikasi harian.
Materi pertama adalah lingkar diskusi mengenai isu elektronik yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Isu elektronik yang dibahas adalah isu dari artikel yang kami buat sebelumnya. Isu-isu yang dibahas di kelompok saya adalah Brain Computer Interface (BCI), smart grid, gesture tracking device, dan wireless power transfer. Melalui lingkar diskusi ini kita dapat bertukar informasi mengenai teknologi dan terus mengetahui perkembangan teknologi terutama keelektroteknikan sesuai bidang kami.
Setelah lingkar diskusi, divisi workshop membuat lomba adu cepat membuat rangkaian flip-flop antara kelompok lingkar diskusi sebelumnya. Sebenarnya ini adalah adu cepat menyolder karena PCB sudah tercetak dan diberi contoh rangkaian dan letak komponen-komponennya. Ini merupakan materi tentang ketelitian dalam rangkaian dan menyolder yang pasti akan dipakai dalam keelektroteknikan.

Lalu materi berikutnya adalah lagu supporteran HME. Lagu yang diajarkan yaitu HME punya kita, Assalamualaikum, Ayo HME kalahkan, … punya siapa, dan TPB idol. Seperti sebelumnya, para seniro dan senorita menyanyikannya terlebih dahulu untuk memberitahu nadanya lalu kami menyanyikannya. Seniro dan senorita menjelaskan lagu ini bukan milik kita sendiri tetapi milik HME maka diharapkan agar kami yang hadir dapat membagikan lagu ini ke satu angkatan sehingga setiap anggota Eltoro hafal lagu-lagu HME yang sudah diajarkan. Lalu pada forum akhir kami dijelaskan mengenai makna kuorum yang tidak sebatas ½n+1 tetapi diharapkan kuorum tersebut bisa mencapai satu angkatan sehingga penyampaian nilai-nilai selama MBC dapat maksimal. 

Rabu, 03 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 3

oleh Deny Hariyanto (16512306)
3 Juli 2013

MBC day 3 diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII yang meliputi absensi peserta, penghitungan jumlah peserta, cek spesifikasi harian, dan pengumpulan tugas. Namun, terdapat teman kami yang belum mengumpulkan tugas tersebut ke Seiko. Setelah apel pagi, kami diajarkan lagu supporteran HME yaitu Abu-Abu, HME Petirnya ITB, Apa Jadinya (versi wisuda dan versi juara), dan Hanya Ada Satu. Seperti MBC day sebelumnya, para seniro dan senorita menyanyikannya terlebih dahulu untuk memberitahu nadanya lalu kami menyanyikannya, tapi kami tidak perlu menulis liriknya karena lagu-lagu tersebut sudah ada di buku HME for Dummies.

Setelah itu, kami mendapat materi dari kementerian Keprofesian HME dari program kerja mereka yaitu Buka Mata yang membahas isu-isu terkait elektroteknik. Materi yang diberikan kepada kami adapun tentang IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineering). IEEE adalah asosiasii nonprofit terbesar di dunia yang bertujuan dalam pendidikan pengembangan teori dan praktikum, bergerak dalam pengembangan inovasi, dan penerbitan jurnal. IEEE sebagai sumber literature keelektroteknikan dengan persentase lebih dari 30% di dunia. IEEE memiliki beragam topik yang dibahas dalam keelektroteknikan dalam hardware maupun software dan memiliki tujuh macam member IEEE yaitu student member, members, society affiliates, senior members, fellow member, honorary members, dan life members. Kami juga diberitahu keuntungan menjadi member IEEE sebagai mahasiswa elektroteknik, yaitu mendapat informasi teknologi masa kini, mendapat wawasan keprofesian yang lebih, dan sumber bacaan jurnal penelitian elektroteknik.  Selanjutnya kami diberi contoh jurnal dari IEEE, yaitu Gesture Tracking Device dan Smart Grid. Dari materi kementerian Keprofesian kami mendapat bahwa kami sebagai mahasiswa elektroteknik harus tahu perkembangan teknologi masa kini sehingga kita bisa menciptakan ide terbaru bukan ide baru tapi teknologinya ketinggalan zaman.

Setelah kementerian Keprofesian HME, divisi Workshop juga memberi materi tentang ngoprek, yaitu pembuatan NIM Tag menggunakan IC 555 Timer Analog. Laiu kami diberi tugas untuk membuat NIM Tag perindividu beserta laporannya dan panji HME ukuran 120x180 cm dan 60x90 cm yang masing-masing  tahan air. Dan juga untuk tugas resume day berikut-berikutnya termasuk hari ini dikumpulkan melalui blog pribadi dan diorganisir dalam blog angkatan. Dalam tugas ini, kami mendapat bahwa sebagai mahasiswa elektroteknik harus terbiasa dalam ngoprek dan juga dalam dokumentasinya.

Setelah divisi Workshop, kementerian Kesra HME juga memberi materi tentang kurikulum 2013 untuk semester 3 dan 4 untuk teknik elektro, teknik tenaga listrik, maupun teknik telekomunikasi. Kami juga diberi penjelasan tentang praktikum dan Lab Dasar yang memiliki peraturan yang  ketat seperti contohnya kita tidak boleh terlambat karena jika terlambat meski hanya 1 detik maka harus mengulang. Karena itu, kami di MBC ini juga dibiasakan untuk tidak terlambat karena kesalahan kecilpun bisa berakibat fatal pada hal lain.


Day 3 ini diakhiri dengan forum, kami menjawab tugas kami yaitu tentang nama angkatan dan logo angkatan serta esensinya. Lalu para seniro dan senorita mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kegagalan kami pada hari ini maupun kegagalan kami yang masih terus terjadi. Karena itu, seniro dan senorita mengganti Casio, Seiko, dan Vario. Dan juga kami masih ditantang untuk mendatangkan kuorum 235 orang pada day berikutnya dan jika masih tidak terpenuhi maka ketua angkatan tidak perlu datang. Pada akhir forum, kami sadar bahwa kepedulian kami terhadap angkatan masih kurang sehingga kami masih ditantang mendatangkan kuorum tersebut dalam meningkatkan kepedulian pada angkatan kami.