Oleh Deny Hariyanto (16512306)
11 Juli 2013
MBC day 6 diawali dengan apel pagi di parkiran mobil saraga
ITB dengan jumlah fisik peserta 206 orang termasuk yang SP enam orang dan satu
orang terlambat. Para seniro dan senorita masih kecewa karena jumlah fisik
tidak memenuhi kuorum 228 orang serta ketidakjelasan sembilan orang yang tidak
hadir. Angkatan kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memenuhi kuorum 228
orang tersebut karena day MBC ini sudah diberitahukan tanggalnya pada day
sebelumnya meskipun beberapa teman kami ada yang tidak menjawab konfirmasi
maupun telepon kehadiran pada day ini. Para seniro dan senorita berharap
semangat kami lebih besar dalam menyuarakan lagu HME meskipun jumlah fisik
tidak memenuhi kuorum. Setelah itu kami cek absensi dan spesifikasi harian. Materi
pertama yaitu kelanjutan lagu supporteran HME. Lagu yang diajarkan yaitu Disini
EL, HME Himpunanku, dan Percayalah. Seperti sebelumnya, para seniro dan senorita
menyanyikannya terlebih dahulu lalu kami menyanyikannya agar nada lagu mudah
dihafal. Kami juga diminta untuk menyanyikan lagu-lagu supporteran yang sudah
diajarkan tanpa melihat liriknya untuk mengetahui apakah kami satu angkatan
sudah hafal semua lagunya, namun ada beberapa teman kami yang belum hafal
beberapa lagu sehingga diminta seorang PJ untuk mengajarkan lagu kepada mereka.
Kemudian kami dimobilisasi menuju gerbang sabuga ITB yang
berada di saraga ITB. Disana kami diberitahu formasi-formasi barisan yang akan
digunakan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang. Formasi barisan ada dua
yaitu formasi penyambutan gundala-gundili dan formasi arak-arakkan. Formasi penyambutan
gundala-gundili yaitu Eltoro membentuk formasi barisan U di depan gerbang
sabuga tersebut dengan spesifikasi barisan pusat 35 banjar dan barisan
kanan-kiri menyesuaikan, maskot berada di pusat formasi barisan U tersebut,
pada saf pertama diisi oleh performer, dan saf selanjutnya diisi oleh sisa
performer dan massa Eltoro. Formasi arak-arakkan yaitu massa Eltoro membuat
barikade barisan enam banjar disekeliling gundala-gundili yang sudah membentuk
barisan empat banjar dan 31 saf dengan spesifikasi maskot berada di depan
barisan dengan ujung kanan-kiri pengibar bendera, baris selanjutnya adalah para
performer, lalu baris selanjutnya adalah para gundala-gundili yang sebelah
kanan-kiri adalah massa Eltoro untuk membuat barikade, lalu baris selanjutnya
adalah massa Eltoro lainnya. Formasi penyambutan gundala-gundili digunakan saat
gundala-gundili keluar dari gerbang sampai mereka selesai membentuk barisan dan
juga dengan menyanyikan EL Elektro. Formasi arak-arakkan digunakan setelah para
gundala-gundili membentuk barisan sampai menuju gerbang depan kampus ITB
melalui jalur tunnel, lalu menuju lingkar luar barat kampus menuju gerbang
depan kampus ITB dan juga dengan menyanyikan lagu-lagu supporteran HME sesuai
komando. Untuk formasi arak-arakkan pada saat di tunnel barisan akan
menyesuaikan pintu masuk tunnel secara sporadis lalu setelah melewati tunnel,
formasi arak-arakkan harus dibentuk secepat mungkin. Dan kami telah berjanji
bahwa pada saat arak-arakkan di tunnel suara kami harus dapat terdengar sampai
gerbang depan kampus ITB untuk membanggakan acara wisuda gundala-gundili.
Lalu setelah materi di saraga, kami diistirahatkan selama
sekitar dua jam lalu berkumpul kembali di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan
forum yang membahas persiapan acara wisuda. Topik pertama yaitu kemajuan properti.
Properti perform sudah sekitar 70% yang meliputi karpet terbang, lampu aladin,
dan backdrop. Sedangkan untuk properti massal yaitu kostum ada yang menyewa
untuk maskot dan yang lainnya diusahakan membuat sendiri. Kendala dalam
kemajuan properti adalah kurangnya SDM dikarenakan banyaknya massa Eltoro yang
diklat divisi dan juga karena waktu yang bersamaan dengan bulan puasa. Solusinya
yaitu maksimalkan massa angkatan yang hadir serta pembagian kerja agar efektif.
Topik selanjutnya yaitu kemajuan performance. Dalam performance seluruh gerakan
sudah dibuat dan dicoba melalui gladi kotor sehari sebelum day MBC ini. Performance
dibagi menjadi tujuh scene, yaitu tari seribu tangan, tari perut, tari rakyat,
tari jin, tari berpasangan, tari perang dan flashmob. Kami diminta untuk
membagi waktu yang diberikan, yaitu tujuh menit, yang dimulai dari awal masuk
menuju lapangan performance. Lalu topik terakhir adalah SDM massa Eltoro dalam
acara wisuda sabtu mendatang. Kami diminta untuk mendata kehadiran semua massa
Eltoro yang akan diberikan datanya kepada seniro dan senorita sehari setelah
day ini serta kami diminta untuk kami semua massa Eltoro hafal semua lagu yang
sudah diajarkan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang agar tidak mengcewakan
gundala-gundili.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar