Rabu, 24 Juli 2013

Resume MBC HME ITB day 10

Oleh Deny Hariyanto (16512306)
24 Juli 2013

MBC day 10 ini diawali dengan apel di selasar basement Labtek VIII pada pukul 13.45. Jumlah fisik yang hadir 169 orang yang sangat jauh dengan kuorum yang disepakati ketua angkatan yaitu 210 orang. Para seniro dan senorita sudah bosan mmbicarakan tentang kuorum sehingga kami diberi konsekuensi berupa menuliskan alasan mengapa dalam sepuluh day MBC hanya satu day yang memenuhi kuorum minimal 80 kata pada blog angkatan bagian tentang kami lalu wajib di-share blog tersebut melalui semua social media semua junior bonita. Lalu, kami cek spesifikasi harian dan absensi.

Setelah apel, kami menerima materi tentang Palapa HME ITB. Palapa adalah sebuah community development dari HME yang dimulai dari tahun 2006 oleh angkatan HME 2005 pada saat menjalani MBC. Nama Palapa terinspirasi oleh sumpah palapa Gajah Mada dan nama satelit pertama Indonesia. Community development adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan memberdayakan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup yang dilakukan secara berkelanjutan. Palapa pertama bernama Palapa Jaya. Palapa Jaya dilakukan di desa Jayamukti kabupaten Garut dimulai tahun 2006 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air untuk menerangi desa tersebut karena desa tersebut belum terjangkau istrik. Palapa II dilakukan di desa Mekarwangi kabutapen Garut di mulai tahun 2008 dan selesai tahun 2010 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga surya karena desa tersebut salah satu desa yang belum terjangkau listrik juga. Palapa III dilaksanakan di desa Mekarwangi juga namun Palapa III ini kegiatan yang lebih fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu berupa membangun rumah baca, membangun peternakan domba dan ikan lele, dan maintenance PLTS berupa mengganti baterai.

Setelah materi tersebut, kami diistirahatkan selama 30 menit lalu kami menerima materi problem solving. Problem solving secara umum yang dilakukan adalah identifikasi, analisis, strategi, lalu eksekusi. Tipe problem solving yang kami dapat adalah D-S-P-A yaitu Define the problem (D), Structure the problem (S), Prioritize issues (P), dan Action plan(A). D (Define the problem) adalah identifikasi masalah menggunakan konsep SMART (Specific, Measureable, Actionable, Realistic, dan Time bond). S (Structure the problem) berupa menstruktur masalah menggunakan Issue Tree untuk menjabarkan solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. P (Prioritize issues) dilakukan dengan menggunakan Impact-Effort Matrix yang membagi solusi-solusi yang didapat dengan ketentuan Impact dan Effort besar atau kecil, lalu melalui Impact-Effort Matrix tersebut dapat ditentukan tahapan solusi-solusi yang dilakukan dengan melihat prioritas solusi yang paling memungkinkan lebih dulu dilakukan. A (Action plan) dilakukan untuk membagi pekerjaan dalam tim sehingga lebih terstruktur.


Setelah materi problem solving, kami diberi tugas proyek angkatan berupa community service dengan spesifikasi maksimal dua bulan dari 24 Juli 2013 dan berada di wilayah Bandung. Buku lintas angkatan diberikan kembali untuk diselesaikan bagi yang sudah selesai dan juga ditambah dua orang bandito atau maharani dan dikumpulkan kembali pada tanggal yang akan diberitahukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar