Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
16 Juli
2013
MBC day 8
diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah yang
hadir 192 termasuk dua orang yang terlambat. Jumlah ini kurang dari kuorum yang
sudah ditentukan melalui konfirmasi kehadiran pada hari sebelum day ini, yaitu
214 orang. Setelah itu, kami melakukan cek spesifikasi harian dan absensi.
Setelah apel pagi, day ini dilanjutkan dengan forum yang membahas realita
angkatan Eltoro. Yang dibahas adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi
wisuda, evaluasi wisuda, evaluasi tugas-tugas pribadi, kewajiban untuk menyapa
seniro, senorita, bandito, maupun maharani diluar MBC, dan kesalahan terbesar
saat persiapan wisuda.
Bahasan
pertama adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda. Esensi yang
didapat pada saat persiapan wisuda dan eksekusi wisuda yang dinyatakan juniro
dan bonita adalah membuat angkatan lebih kompak, kerjasama, kebersamaan,
keterampilan saat membuat properti, keprofesionalan saat performance, merupakan
budaya apresiasi untuk para gundala-gundili, rasa bangga, bersenang-senang
dalam satu angkatan, saling menghargai dan percaya dalam angkatan, management
waktu yang terlatih, dan menerapkan salah satu budaya HME yaitu perayaan
wisuda. Pesan dari salah satu seniro adalah terus pasang semangat tersebut
untuk seterusnya baik dalam MBC maupun setelah MBC.
Setelah
membahas esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, dilanjutkan dengan
evaluasi wisuda. Evaluasi yang dikemukakan adalah suara komando untuk bernyanyi
kurang terdengar hingga belakang barisan, tugas barikade yang belum jelas,
kerja kurang terstruktur saat persiapan wisuda, dan ketidaksiapan dalam cuaca
hujan saat eksekusi wisuda. Seniro berpendapat mengenai evaluasi tersebut.
Untuk suara komando yang kurang terdengar, disinilah fungsi dari pemain genderang
dalam menyamakan ritme sehingga barisan belakang mengetahui lagu yang
dinyanyikan. Untuk tugas barikade yang belum jelas, seniro mengatakan bahwa
tugas barikade sudah dijelaskan pada saat MBC day 6 yaitu untuk melindungi
gundala-gundili dari ancaman luar dan menjaga gundala-gundili tetap dalam
barisan. Untuk kerja yang kurang terstruktur saat persiapan wisuda, seniro
memberi solusi agar membuat timeline yang jelas dalam bekerja sehingga terdapat
batasan waktu dalam menyelesaikan sesuatu. Dan mengenai ketidaksiapan dalam
cuaca hujan, seniro mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana jika saat
eksekusi wisuda dalam keadaan hujan yaitu melalui jalur teduh, namun keinginan
gundala-gundili, yaitu menerobos hujan, adalah prioritas utama karena hari
wisuda merupakan hari mereka.
Bahasan
selanjutnya adalah evaluasi tugas-tugas pribadi. Untuk tugas isu-isu
elektroteknik baru 80% yang mengumpulkan, untuk tugas laporan NIM tag berformat
IEEE baru 90% yang mengumpulkan, review materi melalui blog masih banyak yang
terlambat mengumpulkan bahkan ada yang belum membuat bolg, dan buku angkatan
yang masih belum terlihat kemajuannya. Untuk itu ditentukan deadline untuk
pengumpulan tugas-tugas tersebut bagi yang belum mengumpulkan. Untuk isu-isu
elektroteknik dan laporan NIM Tag berformat IEEE harus dikumpulkan kamis 18
Juli 2013, untuk review melalui blog dari day 3-7 harus dibuat dan dikonfirmasi
hingga deadline sabtu 20 Juli 2013, dan buku angkatan harus selesai dan dikumpulkan
hari senin 22 Juli 2013. Jika ada yang tidak mengumpulkan tugas-tugas tersebut
maka namanya akan dicoret dari daftar peserta MBC. Dan juga kami diminta untuk
mengumpulkan peserta yang tidak hadir forum ini dan masih berada di Bandung untuk berkumpul
pukul 10.00 setelah day ini di selasar tersebut.
Bahasan
selanjutnya mengenai kewajiban dalam menyapa seniro, senorita, bandito, maupun
maharani diluar MBC. Ini dibahas karena
masih banyak junior dan bonita yang tidak menyapa saat berpapasan dengan seniro,
senorita, bandito, atau maharani. Maka dari itu ditekankan untuk kami menyapa
dan juga seniro, senorita, bandito, dan maharani menyapa balik saat disapa. Dan
juga untuk mengenal angkatan atas HME maka dibuat buku lintas angkatan yang
berisi tentang seniro, senorita, bandito, maupun maharani melalui teknis
wawancara. Untuk sabtu 20 Juli 2013 harus terkumpul 20 seniro, 10 senorita, 5
bandito dan maharani.
Bahasan
terakhir adalah mengenai kesalahan kami saat persiapan wisuda, yaitu merusak
sarana prasarana ITB. Dari kesalahan ini tidak ada satupun makna yang didapat
kecuali pembelajaran dari kesalahan. Kami satu angkatan termasuk bersalah
karena yang tidak merusak sarana prasarana tersebut tidak memperingati temannya
yang merusak tersebut. Banyak kerugian yang didapat dari ini baik itu merusak
nama baik HME maupun Eltoro.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar