Rabu, 04 Desember 2013
Rabu, 30 Oktober 2013
Jumat, 26 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 11
Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
26 Juli
2013
MBC day
11 ini merupakan MBC day terakhir pada masa libur dan akan dilanjutkan kembali
pada masa kuliah semester 1 2013/2014. MBC diawali dengan apel pada pukul 13.00
di selasar basement Labtek VIII. Jumlah fisik kami yang hadir saat apel adalah
147 orang dan 21 orang sedang mengikuti diklat terpusat OSKM. Setelah itu,
dilakukan cek spesifikasi harian dengan spesifikasi harian untuk hari ini
adalah buku catatan, alat tulis, paying, nametag, NIMtag, tolak angina,
madurasa, jaket tebal, takjil bagi yang berpuasa, dan uang minimal Rp10000,00.
Sedangkan untuk dress code adalah pakaian olahraga non-ITB dan banyak dari kami
salah dress code karena pakaiannya terdapat lambing ITB ataupun memakai celana
training ITB.
Setelah itu,
kami diajarkan lagi tiga lagu supporteran HME, yaitu Masa Bodoh, HME Bawah
Tanah, dan Kami Bukan Bonek. Seperti pengajaran lagu sebelumnya, kami
diberitahu lirik masing-masing lagu, lalu para seniro dan senorita
menyanyikannya untuk mengajarkan nadanya, lalu kami menyanyikannya dengan nada
yang diajarkan.
Setelah diajarkan
lagu, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok utara dan kelompok
selatan, untuk bermain games. Game pertama yaitu MBC Bulaga dengan peraturan
dipilih dua orang dari kelompok untuk bermain dengan satu orang untuk menebak
sesuatu yang berhubungan dengan MBC dan HME dengan melontarkan
pertanyaan-pertanyaan dan satu orang lainnya yang tahu jawabannya menjawab
pertanyaan satu orang tersebut dengan ya, tidak, atau bisa jadi. Permainan
tersebut cukup seru dan membuat tertawa karena pertanyaan-pertanyaan yang
dilontarkan seringkali tidak berhubungan jawaban tersebut. Game kedua yaitu
tebak keunikan dengan peraturan dipilih enam orang dari kelompok untuk maju dan
menuliskan tujuh keunikan diri sendiri pada secarik kertas dan dari
kertas-kertas tersebut dipilih satu untuk ditebak oleh kelompok lawan siapa
orang tersebut dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang keunikan orang
tersebut yang dijawab iya, tidak, atau bisa jadi.
Setelah bermain,
kami diistirahatkan sampai pukul 15.45, lalu kami dimobilisasi secara sporadis
tiap empat banjar menuju lapangan basket A dan B di saraga ITB dengan jalur
yang berbeda-beda sesuai komando dari seniro. Disana beberapa dari kami bermain
basket melawan para seniro sedangkan yang lainnya supporteran lagu HME. Setelah
sekitar 15 menit permainan, hujan turun membasahi lapangan sehingga permainan
dihentikan. Setelah hujan yang hanya sekitar lima menit tersebut reda, kami meminta agar
permainan dilanjutakan, yaitu voli dan bentengan, namun seniro menolak karena
kondisi lapangan licin yang beresiko. Setelah itu kami dibubarkan dan diminta
untuk berkumpul kembali pada pukul 20.30 di selasar basement Labtek VIII dengan
memenuhi kuorum 174 orang.
Pada pukul
20.30, kami berkumpul di selasar basement Labtek VIII lalu dimobilisasi menuju
selasar basement Labtek VII. Disana diadakan forum yang membahas evaluasi
tugas-tugas kami dan materi-materi yang sudah diberikan. Dalam evaluasi tugas,
masih banyak yang belum mengumpulkan tugas isu elektroteknik, laporan NIMtag
berformat IEEE, dan buku angkatan. Untuk tugas isu elektroteknik dan laporan
NIMtag berformat IEEE masih ada yang belum mengumpulkan dikarenakan orang-orang
tersebut sudah di kota tempat tinggalnya dan
masalah dalam internet sedangkan untuk buku angkatan sendiri masih banyak yang
belum mengumpulkan karena mereka sudah di kota
tempat tinggalnya. Untuk buku lintas angkatan, ada beberapa dari kami yang
belum serius mewawancarai seniro, senorita, bandito, atau maharani dalam
menggali informasi mengenai pengalamannya. Dan dalam review materi, tentang
tujuan HME ITB, visi BP HME 2012/2013, RBK, elemen-elemen HME serta
strukturnya, kami ditekankan untuk tidak hanya hafal tetapi juga kami juga
mengerti. Dan juga kami ditekankan bahwa MBC adalah untuk kebaikan objek kader
maupun subyek kader serta untuk menumbuhkan angkatan kami yang lebih baik dari
angkatan sebelumnya. Setelah forum, kami menyerukan Mars HME sebagai penutup
lalu dimobilisasi pulang.
Rabu, 24 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 10
Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
24 Juli
2013
MBC day
10 ini diawali dengan apel di selasar basement Labtek VIII pada pukul 13.45.
Jumlah fisik yang hadir 169 orang yang sangat jauh dengan kuorum yang
disepakati ketua angkatan yaitu 210 orang. Para seniro dan senorita sudah bosan
mmbicarakan tentang kuorum sehingga kami diberi konsekuensi berupa menuliskan
alasan mengapa dalam sepuluh day MBC hanya satu day yang memenuhi kuorum
minimal 80 kata pada blog angkatan bagian tentang kami lalu wajib di-share blog
tersebut melalui semua social media semua junior bonita. Lalu, kami cek
spesifikasi harian dan absensi.
Setelah
apel, kami menerima materi tentang Palapa HME ITB. Palapa adalah sebuah
community development dari HME yang dimulai dari tahun 2006 oleh angkatan HME
2005 pada saat menjalani MBC. Nama Palapa terinspirasi oleh sumpah palapa Gajah
Mada dan nama satelit pertama Indonesia .
Community development adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan memberdayakan
manusia untuk meningkatkan kualitas hidup yang dilakukan secara berkelanjutan.
Palapa pertama bernama Palapa Jaya. Palapa Jaya dilakukan di desa Jayamukti
kabupaten Garut dimulai tahun 2006 berupa membangun sebuah pembangkit listrik
tenaga air untuk menerangi desa tersebut karena desa tersebut belum terjangkau
istrik. Palapa II dilakukan di desa Mekarwangi kabutapen Garut di mulai tahun
2008 dan selesai tahun 2010 berupa membangun sebuah pembangkit listrik tenaga
surya karena desa tersebut salah satu desa yang belum terjangkau listrik juga. Palapa
III dilaksanakan di desa Mekarwangi juga namun Palapa III ini kegiatan yang
lebih fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yaitu berupa
membangun rumah baca, membangun peternakan domba dan ikan lele, dan maintenance
PLTS berupa mengganti baterai.
Setelah
materi tersebut, kami diistirahatkan selama 30 menit lalu kami menerima materi
problem solving. Problem solving secara umum yang dilakukan adalah
identifikasi, analisis, strategi, lalu eksekusi. Tipe problem solving yang kami
dapat adalah D-S-P-A yaitu Define the problem (D), Structure the problem (S),
Prioritize issues (P), dan Action plan(A). D (Define the problem) adalah
identifikasi masalah menggunakan konsep SMART (Specific, Measureable,
Actionable, Realistic, dan Time bond). S (Structure the problem) berupa
menstruktur masalah menggunakan Issue Tree untuk menjabarkan solusi-solusi yang
dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. P (Prioritize issues) dilakukan
dengan menggunakan Impact-Effort Matrix yang membagi solusi-solusi yang didapat
dengan ketentuan Impact dan Effort besar atau kecil, lalu melalui Impact-Effort
Matrix tersebut dapat ditentukan tahapan solusi-solusi yang dilakukan dengan
melihat prioritas solusi yang paling memungkinkan lebih dulu dilakukan. A
(Action plan) dilakukan untuk membagi pekerjaan dalam tim sehingga lebih
terstruktur.
Setelah
materi problem solving, kami diberi tugas proyek angkatan berupa community
service dengan spesifikasi maksimal dua bulan dari 24 Juli 2013 dan berada di
wilayah Bandung. Buku lintas angkatan diberikan kembali untuk diselesaikan bagi
yang sudah selesai dan juga ditambah dua orang bandito atau maharani dan
dikumpulkan kembali pada tanggal yang akan diberitahukan.
Kamis, 18 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 9
Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
18 Juli
2013
MBC day 9
diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah peserta
yang hadir 195 orang. Kuorum sebanyak 215 orang tidak bisa terpenuhi lagi
meskipun kami sudah berusaha keras dalam mencapai kuorum tersebut baik dengan
baik berkumpul sekitar 2 jam sebelum MBC dimulai maupun menjemput teman kami
yang sedang sakit tetapi masih bisa mengikuti MBC. Setelah itu kami melakukan
cek absensi dan spesifikasi harian.
Selanjutnya
kami dimobilisasi menuju GKU Timur lantai 4 ruang 9231. Disana kami sudah
ditunggu oleh para seniro senorita dan presiden Kabinet KM-ITB periode
2013/2014, Nyoman Anjani. Materi yang diberikan disana adalah share pengalaman
presiden Kabinet KM-ITB baik tentang materi kepemimpinan dan KM-ITB namun juga
pengalaman pribadi dari Nyoman Anjani sendiri.
Mahasiswa
memiliki arti siswa yang memiliki tanggung jawab lebih tidak hanya dalam bidang
akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter demi membangun Negara dan
mencerdaskan bangsa. ITB memiliki enam alat untuk membantu setiap mahasiswa
mengembangkan potensi dan karakter, yaitu HMJ, Unit, Tim Beasiswa, MWA-WM,
Kongres, dan Kabinet. Salah satu hal yang membedakan ITB dengan universitas
lain adalah KM-ITB yang berasas kekeluargaan dan melingkupi semua mahasiswa ITB sehingga semua mahasiswa
memiliki peran serta dalam keberlangsungan KM-ITB sendiri. Visi KM-ITB periode
2013/2014 adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia . Kami
juga diberi materi kepemimpinan. Sama seperti yang dikatakan seniro Reinhart,
Nyoman Anjani juga berkata sebelum kita bisa memimpin orang, kita harus bisa
memimpin diri sendiri. Kunci dalam memimpin adalah know, show, lead. Know, kita
tahu jalan yang akan dituju. Show, kita menunjukkan jalan yang akan dituju.
Lead, kita memimpin jalan yang akan dituju. Dan juga dari salah seorang alumni
yang mengobrol dengan Nyoman Anjani, ada tiga cara sukses anak ITB yaitu
kecerdasan, keberanian, dan relasi. Sedangkan dari pengalaman pribadi Nyoman
Anjani, dia bercerita tentang hobi-hobinya dan perjalanan untuk menjadi
presiden Kabinet KM-ITB. Esensi yang saya dapat adalah dari seorang public
figure ITB kita bisa belajar dan terinspirasi untuk terus melangkah maju serta
keluar dari zona nyaman dan juga kita sebagai mahasiswa ITB anggota KM-ITB,
kita harus mengerti struktur KM-ITB sendiri sehingga kita tahu kita bisa
berperan dimana.
Setelah
kami diistirahatkan kami dikumpulkan kembali pukul 13.10 di selasar basement
Labtek VIII. Disana diadakan forum namun tanpa moderator dan juniro dan bonita
berbicara hanya jika diizinkan oleh seniro senorita. Disana dilakukan tes kenal
satu angkatan yang hadir. Kami yang semula sudah berkata siap namun saat
disuruh angkat tangan untuk tes kenal hanya segelintir orang yang mengangkat
tangan. Dari enam orang yang dites hanya tiga orang yang bisa kenal semua yang
hadir. Hasilnya cukup mengecewakan para seniro dan senorita sehingga kami
dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengenal lebih dari 150
orang teman angkatan dan kelompok yang mengenal kurang dari 150 orang teman
angkatan. Kami yang mengenal lebih dari 150 teman angkatan dimobilisasi menuju
kantin bengkok bertemu dengan seniro Tatas. Seniro Tatas menyampaikan bahwa
kami harus memiliki inisiatif lebih untuk mengajak teman agar saling kenal
terutama bagi yang pendiam karena para seniro dan senorita berharap lebih
sehingga meski setelah MBC selesai keluarga Eltoro tetap satu serta erat dan
juga seniro senorita menginginkan angkatan kami lebih baik dari angkatan
sebelumnya sehingga semakin kedepan HME akan semakin baik. Dan teman kami yang
tinggal di selasar basement Labtek VIII melakukan brainstorming yang dipimpin
oleh seniro dan para tadis untuk mengeluarkan ide-ide dalam menyatukan angkatan
sehingga saling kenal. Kami yang sudah mengenal lebih banyak merasa bersalah
karena kami masih mementingkan diri sendiri dan belum peduli, seniro berharap
kami harus memiliki inisiatif yang lebih dalam merangkul agkatan.
Selasa, 16 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 8
Oleh Deny
Hariyanto (16512306)
16 Juli
2013
MBC day 8
diawali dengan apel pagi di selasar basement Labtek VIII dengan jumlah yang
hadir 192 termasuk dua orang yang terlambat. Jumlah ini kurang dari kuorum yang
sudah ditentukan melalui konfirmasi kehadiran pada hari sebelum day ini, yaitu
214 orang. Setelah itu, kami melakukan cek spesifikasi harian dan absensi.
Setelah apel pagi, day ini dilanjutkan dengan forum yang membahas realita
angkatan Eltoro. Yang dibahas adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi
wisuda, evaluasi wisuda, evaluasi tugas-tugas pribadi, kewajiban untuk menyapa
seniro, senorita, bandito, maupun maharani diluar MBC, dan kesalahan terbesar
saat persiapan wisuda.
Bahasan
pertama adalah esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda. Esensi yang
didapat pada saat persiapan wisuda dan eksekusi wisuda yang dinyatakan juniro
dan bonita adalah membuat angkatan lebih kompak, kerjasama, kebersamaan,
keterampilan saat membuat properti, keprofesionalan saat performance, merupakan
budaya apresiasi untuk para gundala-gundili, rasa bangga, bersenang-senang
dalam satu angkatan, saling menghargai dan percaya dalam angkatan, management
waktu yang terlatih, dan menerapkan salah satu budaya HME yaitu perayaan
wisuda. Pesan dari salah satu seniro adalah terus pasang semangat tersebut
untuk seterusnya baik dalam MBC maupun setelah MBC.
Setelah
membahas esensi dari persiapan wisuda dan eksekusi wisuda, dilanjutkan dengan
evaluasi wisuda. Evaluasi yang dikemukakan adalah suara komando untuk bernyanyi
kurang terdengar hingga belakang barisan, tugas barikade yang belum jelas,
kerja kurang terstruktur saat persiapan wisuda, dan ketidaksiapan dalam cuaca
hujan saat eksekusi wisuda. Seniro berpendapat mengenai evaluasi tersebut.
Untuk suara komando yang kurang terdengar, disinilah fungsi dari pemain genderang
dalam menyamakan ritme sehingga barisan belakang mengetahui lagu yang
dinyanyikan. Untuk tugas barikade yang belum jelas, seniro mengatakan bahwa
tugas barikade sudah dijelaskan pada saat MBC day 6 yaitu untuk melindungi
gundala-gundili dari ancaman luar dan menjaga gundala-gundili tetap dalam
barisan. Untuk kerja yang kurang terstruktur saat persiapan wisuda, seniro
memberi solusi agar membuat timeline yang jelas dalam bekerja sehingga terdapat
batasan waktu dalam menyelesaikan sesuatu. Dan mengenai ketidaksiapan dalam
cuaca hujan, seniro mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana jika saat
eksekusi wisuda dalam keadaan hujan yaitu melalui jalur teduh, namun keinginan
gundala-gundili, yaitu menerobos hujan, adalah prioritas utama karena hari
wisuda merupakan hari mereka.
Bahasan
selanjutnya adalah evaluasi tugas-tugas pribadi. Untuk tugas isu-isu
elektroteknik baru 80% yang mengumpulkan, untuk tugas laporan NIM tag berformat
IEEE baru 90% yang mengumpulkan, review materi melalui blog masih banyak yang
terlambat mengumpulkan bahkan ada yang belum membuat bolg, dan buku angkatan
yang masih belum terlihat kemajuannya. Untuk itu ditentukan deadline untuk
pengumpulan tugas-tugas tersebut bagi yang belum mengumpulkan. Untuk isu-isu
elektroteknik dan laporan NIM Tag berformat IEEE harus dikumpulkan kamis 18
Juli 2013, untuk review melalui blog dari day 3-7 harus dibuat dan dikonfirmasi
hingga deadline sabtu 20 Juli 2013, dan buku angkatan harus selesai dan dikumpulkan
hari senin 22 Juli 2013. Jika ada yang tidak mengumpulkan tugas-tugas tersebut
maka namanya akan dicoret dari daftar peserta MBC. Dan juga kami diminta untuk
mengumpulkan peserta yang tidak hadir forum ini dan masih berada di Bandung untuk berkumpul
pukul 10.00 setelah day ini di selasar tersebut.
Bahasan
selanjutnya mengenai kewajiban dalam menyapa seniro, senorita, bandito, maupun
maharani diluar MBC. Ini dibahas karena
masih banyak junior dan bonita yang tidak menyapa saat berpapasan dengan seniro,
senorita, bandito, atau maharani. Maka dari itu ditekankan untuk kami menyapa
dan juga seniro, senorita, bandito, dan maharani menyapa balik saat disapa. Dan
juga untuk mengenal angkatan atas HME maka dibuat buku lintas angkatan yang
berisi tentang seniro, senorita, bandito, maupun maharani melalui teknis
wawancara. Untuk sabtu 20 Juli 2013 harus terkumpul 20 seniro, 10 senorita, 5
bandito dan maharani.
Bahasan
terakhir adalah mengenai kesalahan kami saat persiapan wisuda, yaitu merusak
sarana prasarana ITB. Dari kesalahan ini tidak ada satupun makna yang didapat
kecuali pembelajaran dari kesalahan. Kami satu angkatan termasuk bersalah
karena yang tidak merusak sarana prasarana tersebut tidak memperingati temannya
yang merusak tersebut. Banyak kerugian yang didapat dari ini baik itu merusak
nama baik HME maupun Eltoro.
Sabtu, 13 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 7
Oleh Deny Hariyanto (16512306)
13 Juli 2013
MBC day 7 diawali dengan apel
pagi di selasar GKU Timur. Kuorum fisik day ini adalah 215 orang dan kuorum ini
terpenuhi pada saat apel pagi yaitu 216 orang dan semakin bertambah saat
arak-arakkan wisuda. MBC day ini bertujuan untuk melakukan arak-arakkan wisuda
sehingga spesifikasi yang wajib dibawa yaitu paying dan semangat yang
dibuktikan dengan menyanyikan Mars Eltoro. Setelah itu, kami diajarkan lagu
Mars HME dan kami juga menyanyikannya dengan dipimpin oleh ketua angkatan kami.
Cara menyanyikannya yaitu menyanyi sambil tangan mengepal tangan keatas dan
menghentakkan kaki. Mars HME ini berfungsi untuk memngbangkitkan semangat serta
rasa kebanggaan.
Setelah apel pagi, kami
dibubarkan dan ditunggu di lapangan saraga ITB yang bertanda baliho HME ITB
pukul 13.00. Selama jeda sekita 3,5 jam kami mempersiapkan segala kebutuhan
untuk arak-arakkan wisuda maupun performance. Properti untuk arak-arakkan yaitu
Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab, Backdrop, Miniatur Unta, Karpet Terbang,
Miniatur Peti-peti berisi Emas, dan LED bertuliskan Selamat Wisuda. Dan untuk
kostum, untuk para performer dan maskot memakai kostum yang sudah ditentukan
dan untuk lainnya menggunakan properti massal yaitu kalung LED, bando LED, dan
sorban.
Saat pukul 12.15, kami
berangkat menuju lapangan saraga ITB melalui jalur teduh dikarenakan hujan.
Beberapa properti arak-arakkan, yaitu Lampu Aladdin, Miniatur Istana Arab,
Backdrop, dan Karpet Terbang, ditinggal diatas tunnel karena ukurannya cukup besar
dan proses mobilisasi yang sulit saat melewati tangga. Setelah tiba di saraga
ITB, kami menunggu giliran untuk arak-arakkan wisuda. Dan saat giliran kami
telah tiba, kami berbaris formasi U seperti yang sudah diajarkan pada MBC day
sebelumnya. Lalu setelah para gundala-gundili sudah membentuk barisan, kamipun
menyanyikan Mars HME dan membentuk barisan formasi arak-arakkan.
Kami pun mengarak para
gundala-gundili menuju tunnel lalu menuju lingkar luar barat kampus ITB hingga
ke gerbang depan kampus ITB. Kamipun menyanyikan lagu-lagu HME saat proses
mengarak, di tunnel kami menyanyikan EL Elektro dengan suara terbaik kami untuk
menepati janji kami pada MBC day sebelumnya. Proses mengarak cukup sulit untuk
para pembawa properti arak-arakkan karena cuaca hujan yang semakin deras, namun
semangat kami tidak luntur karena hujan sehingga kami tetap melakukan proses
arak-arakkan sambil berhujan-hujanan.
Setelah melakukan proses
arak-arakkan, kami tiba didepan gerbang kampus ITB untuk melakukan performance.
Meskipun hujan masih deras, para performer tetap melakukan performance dengan
semangat. Setelah melakukan performance, kamipun mengarak kembali para
gundala-gundili menuju selasar basement Labtek VIII. Kami Eltoro mendapat
apresiasi dari para seniro dan gundala-gundili karena semangat kami selama
proses arak-arakkan dan performance tidak luntur karena kondisi hujan. MBC day
ini lalu ditutup dengan menyanyikan Mars HME dan doa.
Kamis, 11 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 6
Oleh Deny Hariyanto (16512306)
11 Juli 2013
MBC day 6 diawali dengan apel pagi di parkiran mobil saraga
ITB dengan jumlah fisik peserta 206 orang termasuk yang SP enam orang dan satu
orang terlambat. Para seniro dan senorita masih kecewa karena jumlah fisik
tidak memenuhi kuorum 228 orang serta ketidakjelasan sembilan orang yang tidak
hadir. Angkatan kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memenuhi kuorum 228
orang tersebut karena day MBC ini sudah diberitahukan tanggalnya pada day
sebelumnya meskipun beberapa teman kami ada yang tidak menjawab konfirmasi
maupun telepon kehadiran pada day ini. Para seniro dan senorita berharap
semangat kami lebih besar dalam menyuarakan lagu HME meskipun jumlah fisik
tidak memenuhi kuorum. Setelah itu kami cek absensi dan spesifikasi harian. Materi
pertama yaitu kelanjutan lagu supporteran HME. Lagu yang diajarkan yaitu Disini
EL, HME Himpunanku, dan Percayalah. Seperti sebelumnya, para seniro dan senorita
menyanyikannya terlebih dahulu lalu kami menyanyikannya agar nada lagu mudah
dihafal. Kami juga diminta untuk menyanyikan lagu-lagu supporteran yang sudah
diajarkan tanpa melihat liriknya untuk mengetahui apakah kami satu angkatan
sudah hafal semua lagunya, namun ada beberapa teman kami yang belum hafal
beberapa lagu sehingga diminta seorang PJ untuk mengajarkan lagu kepada mereka.
Kemudian kami dimobilisasi menuju gerbang sabuga ITB yang
berada di saraga ITB. Disana kami diberitahu formasi-formasi barisan yang akan
digunakan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang. Formasi barisan ada dua
yaitu formasi penyambutan gundala-gundili dan formasi arak-arakkan. Formasi penyambutan
gundala-gundili yaitu Eltoro membentuk formasi barisan U di depan gerbang
sabuga tersebut dengan spesifikasi barisan pusat 35 banjar dan barisan
kanan-kiri menyesuaikan, maskot berada di pusat formasi barisan U tersebut,
pada saf pertama diisi oleh performer, dan saf selanjutnya diisi oleh sisa
performer dan massa Eltoro. Formasi arak-arakkan yaitu massa Eltoro membuat
barikade barisan enam banjar disekeliling gundala-gundili yang sudah membentuk
barisan empat banjar dan 31 saf dengan spesifikasi maskot berada di depan
barisan dengan ujung kanan-kiri pengibar bendera, baris selanjutnya adalah para
performer, lalu baris selanjutnya adalah para gundala-gundili yang sebelah
kanan-kiri adalah massa Eltoro untuk membuat barikade, lalu baris selanjutnya
adalah massa Eltoro lainnya. Formasi penyambutan gundala-gundili digunakan saat
gundala-gundili keluar dari gerbang sampai mereka selesai membentuk barisan dan
juga dengan menyanyikan EL Elektro. Formasi arak-arakkan digunakan setelah para
gundala-gundili membentuk barisan sampai menuju gerbang depan kampus ITB
melalui jalur tunnel, lalu menuju lingkar luar barat kampus menuju gerbang
depan kampus ITB dan juga dengan menyanyikan lagu-lagu supporteran HME sesuai
komando. Untuk formasi arak-arakkan pada saat di tunnel barisan akan
menyesuaikan pintu masuk tunnel secara sporadis lalu setelah melewati tunnel,
formasi arak-arakkan harus dibentuk secepat mungkin. Dan kami telah berjanji
bahwa pada saat arak-arakkan di tunnel suara kami harus dapat terdengar sampai
gerbang depan kampus ITB untuk membanggakan acara wisuda gundala-gundili.
Lalu setelah materi di saraga, kami diistirahatkan selama
sekitar dua jam lalu berkumpul kembali di selasar basement Labtek VIII. Disana diadakan
forum yang membahas persiapan acara wisuda. Topik pertama yaitu kemajuan properti.
Properti perform sudah sekitar 70% yang meliputi karpet terbang, lampu aladin,
dan backdrop. Sedangkan untuk properti massal yaitu kostum ada yang menyewa
untuk maskot dan yang lainnya diusahakan membuat sendiri. Kendala dalam
kemajuan properti adalah kurangnya SDM dikarenakan banyaknya massa Eltoro yang
diklat divisi dan juga karena waktu yang bersamaan dengan bulan puasa. Solusinya
yaitu maksimalkan massa angkatan yang hadir serta pembagian kerja agar efektif.
Topik selanjutnya yaitu kemajuan performance. Dalam performance seluruh gerakan
sudah dibuat dan dicoba melalui gladi kotor sehari sebelum day MBC ini. Performance
dibagi menjadi tujuh scene, yaitu tari seribu tangan, tari perut, tari rakyat,
tari jin, tari berpasangan, tari perang dan flashmob. Kami diminta untuk
membagi waktu yang diberikan, yaitu tujuh menit, yang dimulai dari awal masuk
menuju lapangan performance. Lalu topik terakhir adalah SDM massa Eltoro dalam
acara wisuda sabtu mendatang. Kami diminta untuk mendata kehadiran semua massa
Eltoro yang akan diberikan datanya kepada seniro dan senorita sehari setelah
day ini serta kami diminta untuk kami semua massa Eltoro hafal semua lagu yang
sudah diajarkan untuk arak-arakkan wisuda sabtu mendatang agar tidak mengcewakan
gundala-gundili.
Senin, 08 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 5
Oleh Deny Hariyanto (16512306)
8 Juli 2013
MBC day 5 diawali dengan
berkumpul di selasar basement Labtek VIII pada pukul 7.15 dan melakukan
penghitungan jumlah peserta. Jumlahnya ternyata jauh dari kuorum 235 orang
yaitu hanya berjumlah 166 orang. Lalu kami meminta tambahan waktu 45 menit
untuk mengajak teman kami yang tidak hadir agar dapat memenuhi kuorum. Selama 45
menit kami berusaha menghubungi semua teman kami yang tidak hadir untuk datang
MBC day ini dan yang mengonfirmasi bisa datang dijemput oleh beberapa orang
maupun berangkat sendiri. 45 menit pun berakhir dan kami kembali menuju selasar
basement Labtek VIII dengan jumlah kami yang hadir masih jauh dari kuorum yaitu
177 orang. Para seniro dan senorita kecewa karena jumlah tersebut adalah jumlah
paling sedikit sepanjang sejarah MBC. Namun mereka tetap menghargai upaya kami
yang hadir meskipun ada yang sedang sakit. Lalu, kami melakukan cek spesifikasi
harian, absensi, dan tugas-tugas yang dibuat.
Setelah itu, kami dimobilisasi
menuju pool bus ITB. Lalu kami dites oleh para seniro dan senorita untuk
menyanyikan lagu supporteran HME yang telah diajarkan. Hasilnya mengecewakan
seniro dan senorita karena masih banyak yang menyanyikan dengan nada yang salah
bahkan tidak hafal liriknya. Lalu selanjutnya kami di tes juga mengenai
tantangan mengenal satu angkatan melalui foto-foto teman kami dalam buku
angkatan untuk menyebutkan nama-namanya. Dan hasilnya pun tetap mengecewakan
seniro dan senorita karena masih banyak yang belum saling kenal dan hampir semuanya
belum menyelesaikan buku angkatannya. Melalui tes-tes ini kami mengetahui bahwa
kami masih belum mendapat semangat seperti HME dalam supporteran dan belum
mengenal satu angkatan sehingga koordinasi kami kurang baik. Dan melalui tes
ini juga kami menyadari untuk memperbaiki angkatan kami untuk lebih memiliki
koordinasi yang baik dan memiliki semangat HME.
Setelah ishoma, forum diadakan
untuk membahas dan mengevaluasi tugas-tugas yang sudah kami kerjakan. Yang pertama
yaitu bendera dan baliho yang dinilai bagus dan diapresiasi oleh para seniro
dan senorita. Kami menjelaskan teknis pengerjaannya dan esensi yang kami dapat
dari pembuatan bendera dan baliho tersebut. Selanjutnya yaitu blog angkatan,
blog pribadi, panji HME, dan NIM tag yang menurut seniro dan senorita masih
belum baik karena masih adanya peserta yang mengumpulkan tidak tepat waktu dan
bentuk NIM tag yang masih belum seragam. Namun kami cukup diapresiasi karena
kami membuatkan NIM tag beberapa teman kami yang berhalangan dalam membuat MIN
tag. Lalu kamipun menjelaskan teknis pengerjaan blog angkatan, blog pribadi,
panji HME, dan NIM tag dan esensi yang kami dapat. Dan tugas berikutnya yang
dibahas adalah buku angkatan yang masih belum selesai dalam waktu yang sudah
ditentukan sehingga kami belum bisa mendapat esensinya. Dinilai dari segi
kuantitas, masih belum ada yang menyelesaikan buku angkatan dan dalam setiap kumpul
angkatan orang yang hadir selalu sama atau tidak bertambah. Dan dari segi
kualitas, masih banyaknya buku angkatan yang tidak seragam dan kurangnya usaha
dalam mengenal satu angkatan. Strategi yang akan dilakukan yaitu berusaha
mendatangkan full team dalam kumpul angkatan maupun mendatangi kost atau rumah
teman yang benar-benar tidak bisa datang. Dan tugas buku angkatan akan ditagih
kembali pada waktu yang tidak ditentukan.
Topik terakhir forum yaitu
masalah kuorum yang belum pernah terpenuhi. Setelah melalui berbagai
pertimbangan maka didapatkan hasil kuorum selanjutnya adalah 228 orang. Disini kembali
ditekankan pentingnya memenuhi kuorum yaitu menentukan skala prioritas maupun
pemerataan materi.
Jumat, 05 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 4
Oleh Deny Hariyanto (16512306)
5 Juli 2013
MBC day 4 diawali
dengan apel di selasar basement Labtek VIII yang diawali dengan penghitungan
jumlah peserta yang hadir. Jumlah peserta yang hadir ternyata masih tidak
memenuhi kuorum yang disepakati pada MBC day2 yaitu 235 orang sehingga ketua
angkatan kami tidak diperkenankan mengikuti MBC day ini sesuai yang disepakati
ketua angkatan sendiri dengan seniro dan senorita. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan sifat kepedulian kami terhadap angkatan karena bukan hanya ketua
angkatan yang harus merangkul angkatan tetapi semua anggota juga harus
merangkul angkatan. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan tugas dan surat izin,
dan cek spesifikasi harian.
Materi pertama adalah lingkar diskusi mengenai isu
elektronik yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Isu elektronik yang
dibahas adalah isu dari artikel yang kami buat sebelumnya. Isu-isu yang dibahas
di kelompok saya adalah Brain Computer Interface (BCI), smart grid, gesture
tracking device, dan wireless power transfer. Melalui lingkar diskusi ini kita
dapat bertukar informasi mengenai teknologi dan terus mengetahui perkembangan
teknologi terutama keelektroteknikan sesuai bidang kami.
Setelah lingkar diskusi, divisi workshop membuat lomba adu
cepat membuat rangkaian flip-flop antara kelompok lingkar diskusi sebelumnya. Sebenarnya
ini adalah adu cepat menyolder karena PCB sudah tercetak dan diberi contoh
rangkaian dan letak komponen-komponennya. Ini merupakan materi tentang
ketelitian dalam rangkaian dan menyolder yang pasti akan dipakai dalam
keelektroteknikan.
Lalu materi berikutnya adalah lagu supporteran HME. Lagu yang
diajarkan yaitu HME punya kita, Assalamualaikum, Ayo HME kalahkan, … punya
siapa, dan TPB idol. Seperti sebelumnya, para seniro dan senorita
menyanyikannya terlebih dahulu untuk memberitahu nadanya lalu kami
menyanyikannya. Seniro dan senorita menjelaskan lagu ini bukan milik kita sendiri
tetapi milik HME maka diharapkan agar kami yang hadir dapat membagikan lagu ini
ke satu angkatan sehingga setiap anggota Eltoro hafal lagu-lagu HME yang sudah
diajarkan. Lalu pada forum akhir kami dijelaskan mengenai makna kuorum yang
tidak sebatas ½n+1 tetapi diharapkan kuorum tersebut bisa mencapai satu
angkatan sehingga penyampaian nilai-nilai selama MBC dapat maksimal.
Rabu, 03 Juli 2013
Resume MBC HME ITB day 3
oleh Deny Hariyanto (16512306)
3 Juli 2013
3 Juli 2013
MBC day 3 diawali dengan apel pagi di selasar basement
Labtek VIII yang meliputi absensi peserta, penghitungan jumlah peserta, cek
spesifikasi harian, dan pengumpulan tugas. Namun, terdapat teman kami yang
belum mengumpulkan tugas tersebut ke Seiko. Setelah apel pagi, kami diajarkan
lagu supporteran HME yaitu Abu-Abu, HME Petirnya ITB, Apa Jadinya (versi wisuda
dan versi juara), dan Hanya Ada Satu. Seperti MBC day sebelumnya, para seniro dan
senorita menyanyikannya terlebih dahulu untuk memberitahu nadanya lalu kami menyanyikannya,
tapi kami tidak perlu menulis liriknya karena lagu-lagu tersebut sudah ada di
buku HME for Dummies.
Setelah itu, kami mendapat materi dari kementerian Keprofesian
HME dari program kerja mereka yaitu Buka Mata yang membahas isu-isu terkait
elektroteknik. Materi yang diberikan kepada kami adapun tentang IEEE (Institute
of Electrical and Electronics Engineering). IEEE adalah asosiasii nonprofit
terbesar di dunia yang bertujuan dalam pendidikan pengembangan teori dan
praktikum, bergerak dalam pengembangan inovasi, dan penerbitan jurnal. IEEE sebagai
sumber literature keelektroteknikan dengan persentase lebih dari 30% di dunia.
IEEE memiliki beragam topik yang dibahas dalam keelektroteknikan dalam hardware
maupun software dan memiliki tujuh macam member IEEE yaitu student member,
members, society affiliates, senior members, fellow member, honorary members,
dan life members. Kami juga diberitahu keuntungan menjadi member IEEE sebagai
mahasiswa elektroteknik, yaitu mendapat informasi teknologi masa kini, mendapat
wawasan keprofesian yang lebih, dan sumber bacaan jurnal penelitian
elektroteknik. Selanjutnya kami diberi
contoh jurnal dari IEEE, yaitu Gesture Tracking Device dan Smart Grid. Dari materi
kementerian Keprofesian kami mendapat bahwa kami sebagai mahasiswa
elektroteknik harus tahu perkembangan teknologi masa kini sehingga kita bisa
menciptakan ide terbaru bukan ide baru tapi teknologinya ketinggalan zaman.
Setelah kementerian Keprofesian HME, divisi Workshop juga
memberi materi tentang ngoprek, yaitu pembuatan NIM Tag menggunakan IC 555
Timer Analog. Laiu kami diberi tugas untuk membuat NIM Tag perindividu beserta
laporannya dan panji HME ukuran 120x180 cm dan 60x90 cm yang masing-masing tahan air. Dan juga untuk tugas resume day
berikut-berikutnya termasuk hari ini dikumpulkan melalui blog pribadi dan
diorganisir dalam blog angkatan. Dalam tugas ini, kami mendapat bahwa sebagai
mahasiswa elektroteknik harus terbiasa dalam ngoprek dan juga dalam dokumentasinya.
Setelah divisi Workshop, kementerian Kesra HME juga memberi
materi tentang kurikulum 2013 untuk semester 3 dan 4 untuk teknik elektro,
teknik tenaga listrik, maupun teknik telekomunikasi. Kami juga diberi
penjelasan tentang praktikum dan Lab Dasar yang memiliki peraturan yang ketat seperti contohnya kita tidak boleh
terlambat karena jika terlambat meski hanya 1 detik maka harus mengulang. Karena
itu, kami di MBC ini juga dibiasakan untuk tidak terlambat karena kesalahan
kecilpun bisa berakibat fatal pada hal lain.
Day 3 ini diakhiri dengan forum, kami menjawab tugas kami
yaitu tentang nama angkatan dan logo angkatan serta esensinya. Lalu para seniro
dan senorita mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kegagalan kami pada hari
ini maupun kegagalan kami yang masih terus terjadi. Karena itu, seniro dan
senorita mengganti Casio, Seiko, dan Vario. Dan juga kami masih ditantang untuk
mendatangkan kuorum 235 orang pada day berikutnya dan jika masih tidak
terpenuhi maka ketua angkatan tidak perlu datang. Pada akhir forum, kami sadar
bahwa kepedulian kami terhadap angkatan masih kurang sehingga kami masih
ditantang mendatangkan kuorum tersebut dalam meningkatkan kepedulian pada
angkatan kami.
Langganan:
Postingan (Atom)